Arsenal, Tim Termuda di Liga Champions

Kompas.com - 11/12/2009, 02:55 WIB

LONDON, KOMPAS.com - Arsenal membukukan rekor sebagai tim termuda yang tampil di Liga Champions. Ini mengacu pada duel terakhir fase grup, di mana bila dirata-rata, Arsenal tampil dengan materi pemain berusia 21 tahun 215 hari.

Arsenal melakoni duel terakhir fase grup Liga Champions melawan Olympiakos, Rabu (9/12). Pada laga itu, pelatih Arsene Wenger, sengaja menurunkan pemain lapis, dengan lima di antaranya berusia di bawah 20 tahun, yaitu Kyle Bartley (18), Thomas Cruise (18), Fran Merida Perez (19), Jack Wilshere (17), dan Aaron Ramsey (18).

Dengan materi pemain belia, Arsenal menyerah 0-1. Namun, hal itu tak membuat Wenger gundah. Selain karena tetap lolos sebagai juara Grup H, Wenger juga puas karena pasukannya tampil layaknya tim senior. Ia malah mengaku heran, timnya hanya kalah 0-1, menyusul gol Leonardo di menit ke-47.

"Secara umum, kami terlihat seperti tim yang bermain setiap pekan di kompetisi ini. Saya mengira, kami akan lebih menderita, tapi kenyataannya tidak. Kami meraih performa yang diharapkan, namun hasilnya tidak seperti yang kami inginkan," ungkap Wenger.

"Kami kehilangan ketenangan di 30 menit terakhir (untuk mengejar ketinggalan). Namun, saya bangga dengan  Pemain muda ini bermain seperti tim utama. Mereka mewakili Arsenal dengan sangat baik," tambahnya.

Mengacu statistik pertandingan, Arsenal memiliki 61 persen penguasaan bola dan menciptakan tiga peluang emas dari 13 usaha. Olympiakos sendiri mampu membuat empat tembakan tepat ke gawang dari 15 kali percobaan. (TEL)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau