BARCELONA, KOMPAS.com — Pelatih Barcelona Pep Guardiola membuat pernyataan kontroversial dan memanaskan sentimen politik lama. Dia menegaskan, Catalonia adalah negara sendiri dengan bahasanya sendiri.
Pernyataan itu dia ucapkan setelah Barcelona mengalahkan Dynamo Kyiv 2-1 di Liga Champions. Kemenangan yang membuat Barcelona memimpin Grup F dan lolos ke babak 16 besar.
Jawaban Guardiola itu muncul setelah dia didesak para wartawan Ukraina, kenapa dia selalu berbahasa Catalonia untuk menjawab pertanyaan tertentu kepada wartawan Spanyol.
Catalonia, daerah tempat Barcelona berada, memang selalu merasa sebagai negara sendiri, terpisah dari Spanyol. Mereka pernah melakukan resistensi pada masa kekuasaan Jenderal Franco. Perasaan seperti itu memang masih kuat. Bahkan, saat Barcelona lawan Real Madrid yang dianggap representasi Spanyol, sering ada suporter yang membentangkan spanduk bahwa Catalonia bukan Spanyol. Selain punya bahasa tersendiri, Catalonia juga memiliki tim nasional tersendiri.
"Kami (Catalonia) adalah negara tersendiri dengan bahasa sendiri. Jika kami keluar dari batas, kami masih sering memakai bahasa Catalonia," kata Guardiola seperti dikutip Marca, media massa yang berafiliasi kepada Real Madrid.
Catalonia memang memiliki daerah otonom di Spanyol, seperti halnya Basque dan Galicia. Namun, secara internasional, mereka tetap dianggap Spanyol. (MRC)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang