Penambangan Pasir Merapi Akan Ditutup

Kompas.com - 11/12/2009, 05:19 WIB

MAGELANG, KOMPAS.com - Lima titik jalan masuk menuju kawasan Taman Nasional Gunung Merapi di Kecamatan Dukun dan Srumbung, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, akan ditutup portal. Hal ini dimaksudkan agar kegiatan penambangan pasir yang marak di sekitar lereng Gunung Merapi tidak terus-menerus merambah dan merusak kawasan hutan di wilayah TNGM.

Kepala Balai TNGM Tri Prasetyo mengatakan, pemasangan portal di lima titik tersebut menjadi salah satu kegiatan yang akan dilaksanakan pada tahun 2010. ”Sudah saatnya menindak tegas para penambang pasir karena kegiatan penambangan liar itu merusak sedikitnya 250 hektar kawasan hutan, menumbangkan lebih dari 100 pohon pinus, mengganggu ekosistem hutan yang dikhawatirkan akan menyusutkan cadangan air, serta merusak kesuburan tanah,” kata Tri, Kamis (10/12).

Tri yakin pihaknya tidak akan kesulitan menggandeng masyarakat sekitar karena mereka merasa dirugikan dan menolak penambangan tersebut. Penolakan ini antara lain dilakukan oleh warga Desa Ngablak, Kecamatan Srumbung, dengan memutus akses jalan menuju areal penambangan pasir beberapa waktu lalu. Aksi serupa dilakukan oleh warga Desa Kemiren, Kecamatan Srumbung, yang mengusir penambang pasir pada September lalu.

Karena kesalahan penghitungan, luas Taman Hutan Raya Bukit Soeharto di Kalimantan Timur bertambah luas dari 61.850 hektar menjadi 67.766 hektar.

Kepala Pusat Pengendalian Pembangunan Kehutanan Regional III Tubagus Unu Nitibaskara mengemukakan di Samarinda, Kaltim, kemarin, luas Tahura Bukit Soeharto sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Kehutanan 419/Menhut-II/2004 61.850 hektar. Namun, menurut SK Menhut 577/Menhut-II/2009, luasnya bertambah 5.916 hektar sehingga menjadi 67.766 hektar. ”Pengukuran tahun 1991 kurang akurat. Saat diukur lagi, luas sebenarnya 67.766 hektar. Ini terjadi karena peralatan yang dipakai waktu itu tak secanggih sekarang,” kata Tubagus. (EGI/BRO)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau