Tarik-menarik Dukungan Mega-Guruh

Kompas.com - 11/12/2009, 05:58 WIB

DENPASAR, KOMPAS.com - Di tengah kampanye gencar Guruh Soekarnoputra ke daerah-daerah untuk menjadi calon ketua umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Dewan Pimpinan Daerah PDI-P Bali bertekad tetap mempertahankan Megawati Soekarnoputri untuk kembali memimpin periode selanjutnya.

Alasannya, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) masih mengalami krisis kader muda yang mampu melanjutkan tongkat kepemimpinan saat ini.

”Kami mempertahankan Ibu Mega bukan karena ngotot untuk pencalonan presiden pada pemilu mendatang. Akan tetapi, kami perlu Ibu Mega untuk mengawal persiapan pengaderan dan regenerasi partai di berbagai daerah, termasuk Bali ini,” kata Ketua DPD PDI-P Bali AA Ngurah Oka Ratmadi, Kamis (10/12).

Ia menambahkan, pihaknya membenarkan adanya usulan pencalonan Puan Maharani dan Guruh Soekarnoputra. Namun, ia belum bisa memercayakan pucuk pimpinan kepada kedua calon tersebut meski nasionalisme terhadap NKRI tidak diragukan.

Selain itu, Oka Ratmadi mengakui adanya krisis kader atau regenerasi pimpinan di tubuh banteng. Ia berharap lima tahun ke depan Megawati bisa memperbaruinya dan menjadikan partai yang pernah besar ini tetap solid serta kembali besar.

Sementara Wisnumurti, pengamat politik dan akademisi di Bali, mengatakan, sudah saatnya PDI-P mempersiapkan kematangan regenerasinya jika tidak ingin terus tertinggal dengan partai baru lainnya. Apalagi, lanjutnya, partai berlambang banteng ini merosot di urutan ketiga setelah Partai Demokrat dan Golkar.

Tetap maju

Dalam kunjungan silaturahim ke sejumlah kader PDI-P Jawa Barat di Bandung, Kamis, Guruh kembali menyatakan bahwa dirinya siap menjadi ketua umum PDI-P. Ia mengaku telah diminta sejumlah kader di daerah untuk maju dalam Kongres PDI-P yang akan dilaksanakan pada April 2010.

”Sejak tahun 2004 saya sudah menyatakan siap menjadi ketua umum PDI-P dan dulu sudah banyak yang meminta saya maju. Sekarang lebih banyak lagi daerah yang meminta saya maju, mulai dari Jawa hingga Indonesia timur,” katanya.

Kongres pada April mendatang dinilai Guruh sebagai momentum untuk penyelamatan partai. Alasannya, PDI-P saat ini menjadi satu-satunya partai yang mewadahi kaum nasionalis.

Jika partai berlambang banteng gemuk itu hancur, katanya, cita-cita kaum nasionalis yang antara lain menjaga Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 akan turut hancur. (AYS/REK)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau