JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah Indonesia mengusulkan penundaan pembebasan bea masuk impor untuk kendaraan utuh (CBU) yang berlaku di wilayah ASEAN dari 5 persen pada tahun ini menjadi 0 persen pada 2010. Kesepakatan ini sebelumnya telah ditandatangani oleh Indonesia dalam kerangka kerja sama sesama negara anggota ASEAN dalam ASEAN Free Trade Area.
Otomotif masuk dalam usulan penundaan 784 pos tarif dalam skema common effective preferential tariff (CEPT) kesepakatan perdagangan bebas ASEAN Free Trade Area (AFTA). Pembebasan BM itu menjadi yang terbesar dalam jadwal penurunan tarif negara ASEAN 6 (enam), sejak kesepakatan pasar bebas ditandatangani pada 2003.
Dengan demikian, setelah 1 Januari 2010, ekspor-impor produk manufaktur di ASEAN 6 yang mencakup Indonesia, Malaysia, Thailand, Singapura, Filipina, dan Vietnam bebas bea masuk (BM).
"Kalau ditotal, terdapat 14 sektor industri yang diusulkan untuk ditunda, salah satunya otomotif. Semua sektor mengutarakan alasannya. Kalau dari otomotif, kita gunakan trade balance karena lebih banyak impor dari pada ekspor. Saat ini sudah dibahas secara interdept (antar-instansi) di pemerintah," ujar Budi Darmadi, Dirjen Industri Alat Transportasi dan Telematika Departemen Perindustrian (Depperin) kepada Kompas.com, Kamis (10/12/2009) malam.
Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Bambang Trisulo menanggapi positif usulan pemerintah ini. Dia menjelaskan, industri otomotif di Indonesia bukan terdiri dari satu bagian di hulu saja, melainkan menjadi satu kesatuan utuh dari hilir.
Ia mengatakan, keseimbangan antara produk yang masuk dan keluar dari Indonesia harus tetap tercipta. Pemerintah juga harus tetap menjaga industri lokal agar bisa bersaing dengan baik.
"Pada kondisi seperti ini, kita harus memikirkan industri komponen kita. Jangan hanya menurut saja. Kita harus majukan kepentingan industri lokal. Penurunan BM bisa tetap dilakukan. Namun, itu bukan langsung harus menyentuh 0 persen, melainkan bisa bertahap dari empat, tiga, dua, satu," papar Bambang.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang