Penyakit "Swimmer's Ear", Apa Itu?

Kompas.com - 11/12/2009, 11:10 WIB

KOMPAS.com - Infeksi telinga luar (otitis externa) merupakan infeksi atau radang yang disebabkan oleh goresan akibat benda-benda atau air yang masuk ke saluran telinga. Penyakit ini umumnya menyerang anak-anak, terutama mereka yang hobi berenang. Karena itu penyakit ini disebut juga swimmer's ear.

Telinga adalah indera pendengaran yang strukturnya terbagi menjadi tiga area, yaitu telinga luar, tengah, dan dalam. Telinga luar berupa kulit seperti kulit kita dan areanya meliputi dari liang telinga sampai gendang telinga.

Area telinga tengah meliputi gendang telinga sampai hampir masuk ke rumah siput. Sedangkan telinga bagian dalam meliputi rumah siput sampai ke dalam. Infeksi bisa terjadi di ketiga tempat ini, namun yang paling sering adalah telinga luar.

Saat air masuk ke dalam liang telinga dan terperangkap oleh lapisan lilin (wax) yang secara alami ada di lapisan telinga tengah, kulit akan menjadi lembab dan basah. Kondisi ini menyebabkan jamur dan bakteri tumbuh subur dan bisa masuk jaringan di liang telinga dan menyebabkan infeksi.

Selain karena kemasukan air, penyakit ini juga sering terjadi karena kebiasaan memasukkan benda ke telinga, termasuk kapas bertangkai (cotton buds). Kapas bertangkai justru mendorong kotoran telinga masuk ke dalam dan melukai gendang telinga. Benda itu juga bisa menggores saluran telinga.

Bakteri yang paling sering menyebabkan radang teling adalah staphylococcus dan pseudomonas. Mereka yang menderita diabetes lebih rentan terkena infeksi ini.

Penyakit radang telinga luar bisa dikenali dari gejala-gejala berikut:
- Rasa gatal dan rasa penuh pada telinga.
- Liang telinga tampak merah dan bengkak sehingga nyeri bila disentuh.
- Kadang-kadang juga keluar cairan.
- Ciri khas penyakit ini adalah rasa sakit saat kita mengunyah atau menekan bagian luar telinga.
- Hilangnya pendengaran sementara.

Infeksi radang telinga luar pada dasarnya tidak berbahaya dan bisa sembuh sendiri dalam beberapa hari. Cepat lambatnya penyembuhan tergantung pada jenis infeksi dan tingkat keparahan serta faktor penyebab infeksinya.

Meski begitu segera berobat ke dokter bila rasa sakit atau nyeri di telinga masih menetap selama lebih dari tiga hari. Waspadai pula infeksi yang disertai demam pada anak.

Pengobatan biasanya dengan antibiotika oral, bisa juga dengan tetes telinga mengandung antibiotika untuk mengenyahkan bakteri. Jika penyebabnya jamur, diberi antijamur. Seringkali dokter juga memberikan obat pelega pernapasan, antihistamin, maupun penghilang nyeri sesuai kebutuhan.
    
Penderita disarankan beristirahat untuk meningkatkan kondisi tubuh, minum banyak air-enam sampai delapan gelas per hari-terutama jika ada demam. Telinga harus dijaga agar tetap kering.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau