Eko Raih Emas dan Pecahkan Rekor SEA Games

Kompas.com - 11/12/2009, 13:07 WIB

VIENTIANE, Kompas.com - Lifter Eko Yuli Irawan tidak menemui banyak kesulitan untuk  memecahkan rekor dan sekaligus meraih medali emas di kelas 62kg cabang angkat besi SEA Games 2009 Laos di Komplek Universitas Nasional Vientiane, Jumat.
   
Eko yang mencatat total angkatan 300kg, berhasil memecahkan rekor SEA Games untuk tiga jenis angkatan sekaligus, yaitu snatch, clean and jerk, serta total angkatan.

Medali emas tersebut adalah yang kedua bagi tim angkat besi Indonesia setelah sehari sebelumnya Jadi Setiadi yang hanya ditargetkan meraih perak, justru tampil mengesankan dengan meraih emas di kelas 65kg.

Untuk angkatan snatch, Eko berhasil mencatat angkatan seberat 135kg, lebih berat 5kg dibanding rekor sebelumnya yang diciptakan oleh lifter Thailand Chom Singnol (130kg) di SEA Games 2001 Kuala Lumpur. Untuk jenis angkatan clean and jerk, Eko mencatat 165kg yang juga 5kg lebih dari rekor sebelumnya yang dicatat lifter Indonesia Gustar Juniarto (160kg) di SEA Games 2003 Hanoi.

Eko juga memecahkan rekor Gustar di jenis total angkatan seberat 300kg, lebih berat 10kg dibanding rekor SEAG yang juga dipegang Gustar di Hanoi.

Melihat prestasi Eko sebagai peraih perak kejuaraan dunia senior dan juara dunia junior, tidak berlebihan jika pria berusia kelahiran 24 Juli 1989 itu ditargetkan untuk membawa pulang medali emas.

Eko yang ketika bertanding mempunyai berat 61,66kg, sudah berhasil mengangkat barbel seberat 130kg pada kesempatan pertama dan itu sudah cukup sebenarnya untuk memastikan gelar juara karena saingan terberatnya Pongsak Maeethong dari Thailand yang akhirnya meraih perak, hanya mampu mengangkat beban seberat 120kg dan gagal pada dua kesempatan berikutnya sebesar 125kg.

Pongsak mencatat total angkatan sebesar 278kg, disusul lifter Vietnam Nguyen Manh Thang yang meraih perunggu dengan total angkatan 277kg.

Eko dengan merendah ketika ditanya bahwa level SEA Games terlalu rendah buat dia karena dia tidak menemukan lawan yang berarti karena ia juga mendapat lawan tangguh dari lifter Thailand dan Vietnam.  "Saya kira semua lawan, terutama dari Thailand dan Vietnam harus tetap diwaspadai. Mungkin karena persiapan saya lebih baik dari mereka," kata Eko yang tampak tenang ketika dikerubuti wartawan.

Untuk rencana ke depan setelah sukses di SEA Games, Eko menegaskan bahwa ia siap untuk mengikuti kejuaraan apa pun, termasuk Asian Games 2010 Guangzhou dan Olimpiade London 2012.  "Saya ingin semua mengalir saja dan tidak ada target-target khusus. Saya akan ikuti saya setiap kejuaraan yang disiapkan untuk saya," katanya.
   
Berbeda dengan Eko, pelatihnya Lukman justru tampak lebih bersemangat dan penuh optimistis mengenai peluang anak asuhnya itu untuk menghadapi event yang lebih tinggi ke depan.  Lukman yang pernah sukses mengantar Lisa Rumbewas meraih perak Olimpiade 2000 Sydney itu mengakui bahwa level SEA Games memang terlalu rendah kalau melihat prestasi yang telah diukir Eko di tingkat dunia.   "Program jangka pendek untuk Eko adalah meraih emas Asian Games 2010 di Guangzhou dan baru kemudian Olimpiade 2012. Saya yakin Eko bisa meraih prestasi tertinggi di kedua event itu," kata Lukman yang juga mantan lifter itu.
    
Tim angka besi Indonesia menargetkan untuk meraih empat medali emas, masing-masing melalui Eko Yuli, Sandow Weldemar Nasution, Triyatno dan lifter putri Sinta Darmariyani. Jika Sandow, Triyatno dan Sinta berhasil meraih emas, maka angka besi bisa melampaui target setelah Jadi ternyata juga telah melampaui target yang ditetapkan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau