Penipuan atm

Korban Kejahatan Umumnya Terkena Gendam

Kompas.com - 11/12/2009, 14:42 WIB

Wonosari, Kompas - Dengan teknologi yang terus diperbarui dan makin aman, pembobolan ATM melalui perubahan PIN oleh orang lain tidak mungkin dilakukan. Korban penipuan lewat anjungan tunai mandiri umumnya melalui gendam atau hipnotis.

"Apalagi, nomor PIN di kartu hanya bisa diubah oleh pemegang kartu dan dengan menggunakan kartunya sendiri," kata costumer service Bank BCA Wonosari, Edward Saputra, menanggapi berita kasus penipuan dengan modus meminjam kartu ATM.

Di Wonosari, kasus itu terjadi dua kali dalam sebulan terakhir, menimpa SDT (29), warga Playen, dan ANS (51), warga Wonosari.

SDT dan ANS mengalami kerugian Rp 8 juta dan Rp 26 juta. Modus penipuan terhadap keduanya mirip. Dari laporan SDT dan ANS ke polisi, mereka mengatakan kartu dipinjam untuk "memancing" ATM pelaku yang tertelan mesin ATM. Kartu dikembalikan dan di saldo tabungan korban masih utuh dan PIN (personal identification number) tak berganti. Namun, setelah dicek lagi, nomor PIN sudah berubah dan saldo amblas.

"Laporan korban ke pelaku bisa berbeda dengan apa yang terjadi sebenarnya. Itu sangat mungkin karena korban masih dalam pengaruh gendam. Sebenarnya yang terjadi adalah si korban murni digendam oleh pelaku. Sebab dari rekap transaksi ATM di dua kejadian itu lewat komputer diketahui bahwa hanya ada satu kartu yang masuk ke mesin ATM dan itu atas nama korban. Tak ada ATM lain masuk," ujar Edward.

Dari rekaman kamera perekam (CCTV) diketahui korban dan pelaku ada di dalam bilik ATM selama beberapa menit. Korban berada dalam alam bawah sadar seusai dipengaruhi pelaku.

"Si pelaku menuntun korban untuk mentransfer uang ke rekening lain," ujarnya.

Beranjak dari itu, Edward yakin, si korban murni digendam oleh pelaku di bilik ATM. Edward lalu memaparkan gambaran saat ANS tertipu Rp 26 juta. Setelah mengambil tunai Rp 10 juta, ANS yang masih di bilik didatangi pelaku. Pelaku lantas menuntun ANS mentranfer uang dua kali, Rp 15 juta dan Rp 10 juta, lalu mengirim uang untuk membayar pulsa. (PRA)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau