Capello Berharap Inggris Bertemu Italia

Kompas.com - 11/12/2009, 15:06 WIB

LONDON, KOMPAS.com — Pelatih timnas Inggris, Fabio Capello, mengaku berdoa agar timnya bisa berhadapan dengan Italia dalam final Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan. Dengan rasa percaya diri tinggi, ia meyakini bahwa "The Three Lions" mampu mengalahkan tim hebat mana pun di ajang Piala Dunia nanti. Jika keduanya bisa masuk final, dunia bisa menyaksikan kekuatan dua raksasa Eropa yang akan bertemu pada 11 Juli 2010.

"Inggris yang sekarang sangat kuat. Fans kami pasti sangat bangga akan apa yang telah kami capai. Dan misi selanjutnya adalah bermain di Piala Dunia dan berharap kami bisa mencapai final. Kami juga tak akan takut terhadap tim mana pun di dunia ini," ungkapnya.

"Dan di saat menyanyikan lagu kebangsaan, saya pastinya harus menyanyikan dua lagu. Lagu kebangsaan negaraku Italia, dan juga Inggris, tempat aku melatih," ujarnya seraya tersenyum.

Italia yang telah memenangkan empat kali Piala Dunia ini hanya sekali bertemu dengan Inggris di ajang sepak bola paling bergengsi sejagat tersebut. Keduanya bertemu pada tahun 1990 dalam perebutan tempat ketiga. Kala itu, Piala Dunia diadakan di Italia. Italia keluar sebagai juara ketiga dengan mengalahkan Inggris dengan skor 2-1. (SUN)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau