Akhirnya, Lisa Bisa Sabet Emas SEA Games

Kompas.com - 11/12/2009, 16:51 WIB

VIENTIANE, Kompas.com - Lifter Lisa Rumbewas meraih medali emas ketiga untuk tim angkat besi Indonesia di SEA Games XXV 2009 Laos. Lisa menjuarai kelas 58kg dengan total angkatan 210kg di Komplek Universitas Nasional Vientiane, Jumat (11/12/09).

Meski pernah menyumbang medali perak di Olimpiade Sydney 2000 dan Athena 2004, ini adalah medali emas pertama bagi Lisa di ajang SEA Games.

Lisa dan ibunya Ida Korwa yang juga merangkap sebagai pelatih, langsung berpelukan sambil menangis terharu setelah saingan terberatnya Sirikaew Mailor dari Thailand gagal melakukan angkatan clean and jerk seberat 118kg.

Sirikaew harus puas dengan medali perak setelah mencatat total angkatan 208kg pada kelas yang hanya diikuti oleh tiga negara itu. Medali perunggu diraih lifter tuan rumah Laos Lortoungdaue Mailor dengan total angkatan 137kg.

Lisa, anak kandung binaragawan Levi Rumbewas itu berhasil mengangkat barbel seberat 94kg pada jenis angkatan snatch, dan hanya unggul satu kilogram dari Sirikaew.

Posisi Lisa dalam bahaya karena pada angkatan jenis clean and jerk, ia hanya mampu mengangkat 110kg pada kesempatan pertama dan gagal pada angkatan kedua seberat 115kg.

Sementara Sirikaew berhasil dengan angkatan 116kg pada angkatan pertama dan membuatnya sementara unggul dalam total angkatan.

Tim pelatih tidak punya pilihan lain kecuali meningkatkan angkatan menjadi 116kg pada kesempatan terakhir dan ternyata keputusan tersebut tepat karena Lisa berhasil.

Seluruh pendukung Indonesia bersorak gembira ketika Sirikaew untuk kedua kalinya gagal melakukan angkatan seberat 118kg yang berarti Lisa unggul dengan total angkatan 210kg, sementara Sirikaew hanya 208kg.

"Saya hanya mengikuti instruksi pelatih karena hanya pelatih yang lebih tahu mengenai strategi pertandingan," kata Lisa dengan wajah yang masih bersimbah peluh ketika ditemui usai kemenangannya itu.

Lisa mengakui bahwa kemenangan di SEA Games kali ini mempunyai arti khusus karena ia selalu gagal sebelumnya, dan bahkan ia absen pada SEA Games 2007 di Nakhon Ratchasima karena cedera, meski ia sendiri sudah meraih dua medali perak di Olimpiade.

Sementara itu pelatih Indonesia lainnya, Sori Enda Nasution mengatakan bahwa strategi yang dipakai ternyata membuahkan hasil, yaitu dengan mengejar jenis angkatan clean dan jerk. Dia melihat di angkatan tersebut Sirikaew mempunyai kelemahan pada kakinya.

"Saya melihat lifter Thailand itu mempunyai kelemahan pada pijakan kaki sehingga tidak mungkin bisa mengangkat barbel lebih dari 118g," kata Sori yang mantan lifter nasional itu.

Sejauh ini, angkat besi Indonesia telah berhasil meraih tiga emas dari tiga lifter yang bertanding. Dua emas sebelumnya berasal dari Jadi Setiadi dan Eko Yuli Irawan.

Angkat besi pada pertandingan hari kedua ini, berpeluang untuk meraih medali emas keempat karena Triyatno juga akan bertanding pada Jumat sore mulai pukul 15.00 WIB.

Perolehan tersebut masih bisa bertambah karena masih ada enam lifter lagi yang belum bertanding, yaitu Bayu Apriliawan, Sandow Nasution, Novi Yanti, Okta Dwi Pramita, Sinta Darmariyani dan Triyatno.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau