Aniaya Pacar Istri, lalu Coba Bunuh Diri

Kompas.com - 12/12/2009, 14:57 WIB

BOJONEGORO, KOMPAS.com — Diduga tidak tahan melihat kelakuan istrinya yang suka berselingkuh, Muhammad Ali (54), warga Desa Pagerwesi, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro, nekat mencoba mengakhiri hidupnya di tiang gantungan, Kamis (10/12/2009) malam.

Namun sebelum niatnya kesampaian, Rosimah (50), istri Ali, memergoki ulah nekat suaminya tersebut. Korban yang sudah memiliki 5 anak yang sudah dewasa ini mencoba menggantung dirinya dengan menggunakan seutas tali tampar yang dikaitkan di kayu belandar kamarnya.

Rosimah, yang memergoki suaminya dalam keadaan sekarat, sontak berteriak meminta tolong kepada tetangganya. Beruntung, aksi nekat korban ini segera ketahuan sehingga nyawanya masih bisa diselamatkan setelah korban dibawa ke RSUD Sosodoro Jatikusumo.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, aksi nekat korban ini dilatarbelakangi hubungan asmara istrinya dengan Damin, orang ketiga yang masih kerabatnya sendiri.

Namun, informasi lain menyatakan bahwa korban ketakutan setelah menganiaya Damin karena dibakar api cemburu. Dengan demikian, ia memilih melakukan perbuatan nekat dengan menjerat lehernya. Kepala Polsek Trucuk AKP Subowo menyatakan, latar belakang percobaan bunuh diri ini sedang dalam penyelidikannya. Pihaknya juga belum bisa memastikan, apa yang menyebabkan korban nekat menggantung dirinya.

“Saat ini kami masih memeriksa sejumlah saksi. Sementara itu, pemeriksaan terhadap korban masih menunggu kondisi kesehatannya membaik,” kata Kepala Polsek Subowo. Ia mengaku sedang menangani dugaan penganiayaan korban terhadap Darmin ini. Pihaknya juga telah mengamankan barang bukti berupa sebatang besi yang diduga digunakan Ali untuk menganiaya Damin. (oen)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau