Presiden Terbang ke Eropa

Kompas.com - 13/12/2009, 09:00 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memulai kunjungan kerja selama delapan hari ke empat negara di Eropa. Presiden yang didampingi Ani Yudhoyono bertolak menuju Eropa dari Bandara Internasional Halim Perdanakusuma, Jakarta, Minggu (13/12/2009) pukul 08.10 WIB. 

Keberangkatan Presiden menuju Eropa dilepas oleh Wakil Presiden Boediono, Menko Perekonomian Hatta Radjasa, Menko Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono, Menko Polhukam Djoko Suyanto, dan Panglima TNI Djoko Santoso.

Kepala Negara dijadwalkan mendatangi tiga negara, yaitu, Belgia, Perancis, dan Jerman untuk melakukan kunjungan kehormatan, serta menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang Perubahan Iklim di Denmark.

Presiden beserta rombongan dijadwalkan tiba di Brussels, Belgia, pada 14 Desember 2009. Pada 15 Desember 2009, Presiden dan rombongan yang berjumlah 145 orang dijadwalkan berada di Paris, Perancis, dan pada 16 Desember 2009 sudah berada di Berlin, Jerman. Pada 17 Desember 2009, Presiden berada di Kopenhagen, Denmark, untuk menghadiri KTT PBB tentang perubahan iklim hingga 19 Desember 2009 yang dihadiri oleh lebih dari 100 kepala negara/pemerintahan.

Di Belgia, Perancis, dan Jerman, Presiden hanya melakukan diplomasi singkat bertemu dengan kepala negara/pemerintahan masing-masing negara guna meningkatkan hubungan bilateral dan juga berdiskusi untuk mengupayakan keberhasilan KTT PBB tentang perubahan iklim.

Turut serta dalam rombongan Presiden beberapa menteri Kabinet Indonesia Bersatu II, di antaranya adalah Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Menteri Perdagangan Mari Pangestu, Menteri Negara Lingkungan Hidup Gusti Muhammad Hatta, Menteri Perindustrian MS Hidayat, dan Menteri Pertanian Suswono.

Selain itu, juga turut tujuh gubernur dalam rombongan Presiden, antara lain Gubernur Sulawesi Utara Sarun Dayang, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, Gubernur Papua Barnabas Suebu, Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam Irwandi Jusuf, dan Gubernur Kalimantan Tengah Teras Narang.

Menurut Juru Bicara Kepresidenan Dino Patti Djalal, kehadiran para gubernur dalam rombongan Kepala Negara untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia serius dalam bidang konservasi hutan baik pada tingkat pusat maupun daerah demi mengurangi tingkat pemanasan global.

Dino juga mengatakan, kehadiran Presiden pada KTT PBB Perubahan Iklim di Kopenhagen untuk memastikan bahwa konferensi tersebut melahirkan konsensus global untuk mengurangi emisi karbon serta memastikan implementasi Bali Roadmap yang telah susah payah dicapai dalam konferensi serupa di Bali dua tahun lalu.

Presiden Yudhoyono beserta rombongan dijadwalkan tiba kembali di Tanah Air pada 20 Desember 2009.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau