Ratusan Anak Ikuti Lomba Dongeng di TMII

Kompas.com - 13/12/2009, 12:21 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Ratusan anak usia sekolah dasar dari berbagai kelompok taman bacaan anak (TBA), Minggu (13/12/2009), mengikuti lomba dongeng anak di Anjungan Sulawesi Tenggara, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta. Berbagai kisah dongeng khas nusantara ataupun dongeng khayalan diperdengarkan oleh anak-anak dengan gaya khas mereka.

Pagi ini, Afrah (8), bersama dengan Hana (9) dan Rafif (9) dari TBA Choirul Insan tampak bersemangat mengisahkan sebuah dongeng yang dia karang sendiri berjudul "Pahlawan Sepatut". Meski tampak canggung, Afrah tampak begitu senang saat ratusan anak-anak lainnya bertepuk tangan saat ia selesai mendongeng. "Senang bisa ketemu teman-teman. Terus juga bisa cerita-cerita lucu," katanya.

Dongeng "Pahlawan Sepatut", Afrah menceritakan, adalah kisah tentang perjuangan seorang anak yang tidak mampu untuk bisa mendapatkan sepatu baru karena sepatu miliknya sudah usang. Namun, di akhir kisah, saat si anak sudah mendapatkan sepatu barunya, ia malah justru merelakan sepatu barunya itu untuk orang lain yang lebih membutuhkan. "Makanya dia dinamai pahlawan sepatut, sepatu butut," tandasnya.

Selain Afrah, ada sekitar 150 anak-anak usia sekolah dasar dari 50 TBA se-Jabodetabek yang mengikuti lomba dongeng bertajuk "Anak Permata Pahlawan Indonesia" yang digelar oleh Permata Bank ini.

Putri Suhendro pendongeng anak yang didaulat sebagai pengisi acara utama lomba tersebut mengatakan, acara semacam ini sangat penting dalam upaya menumbuhkan minat baca dan keterampilan berbicara di depan umum bagi anak-anak. "Apalagi lomba dongeng ini kan temanya tentang kepahlawanan. Ini sangat bagus untuk menanamkan semangat kepahlawanan kepada anak-anak," kata Putri.

Afrah mengaku membuat dongeng berjudul "Pahlawan Sepatut" ini bersama kakak-kakak pengajarnya di TBA Choirul Insan khusus untuk mengikuti lomba ini. Kegembiraan Afrah memuncak saat ia bersama teman-temannya diumumkan menjadi juara pertama Lomba Dongeng Anak Permata Pahlawan Indonesia. "Habis ini mau baca-baca buku dongeng yang banyak. Biar bisa cerita dongeng yang lainnya," kata Afrah.

Sementara itu, untuk juara kedua dan juara ketiga masing-masing diraih oleh TBA Cerah Portal Infaq dan TBA Nurnima. Semua pemenang akan mendapatkan voucher belanja buku dari yayasan 1001 Buku yang juga bekerja sama dengan Permata Bank dalam penyelenggaraan lomba ini.

"Acara ini merupakan wujud nyata kami untuk membantu mencerdaskan bangsa melalui penyediaan buku-buku bacaan yang berkualitas dan acara-acara yang edukatif," kata Head Corporate Affairs Permata Bank Leila Djafaar.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau