JAKARTA, KOMPAS.com — Akhirnya secara resmi Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjawab sendiri mengenai tuduhan bahwa dirinya melakukan komunikasi dengan Robert Tantular, salah seorang pemilik Bank Century. Ia menggelar jumpa pers secara mendadak di Departemen Keuangan, Minggu (13/12/2009) siang ini.
"Saya tidak pernah melakukan kegiatan komunikasi dalam bentuk apa pun. Saya tidak kenal, tidak pernah bertemu dengan seorang yang bernama Robert Tantular," tegas Menkeu dalam jumpa pers.
Pada kesempatan itu, Menkeu juga secara gamblang meminta Bambang Soesatyo, yang merupakan salah seorang inisiator Hak Angket Century, untuk meluruskan pernyataannya. Menkeu menilai tuduhan dirinya bertemu dengan Robert Tantular merupakan fitnah yang keji. "Saya berharap tidak menyesatkan kita semua, dan tidak mengalihkan fokus kita semua," katanya.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat yang tergabung dalam Tim Sembilan, yang memprakarsai Hak Angket Century, mengaku mendapatkan bukti bahwa Menkeu Sri Mulyani Indrawati, yang saat itu menjabat Ketua KSSK, sempat bertemu dan berbicara dengan salah satu pemilik PT Bank Century, Robert Tantular, sebelum memutuskan pengucuran dana talangan yang menyedot uang negara sebesar Rp 6,7 triliun.
Bukti itu berupa rekaman dan transkrip rapat konsultasi Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) tanggal 21 November 2008. Mengacu pada hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), rapat konsultasi KSSK itu berlangsung pukul 00.11-05.00.
Bambang Soesatyo dari Partai Golkar, salah satu anggota Tim Sembilan, menyampaikan cuplikan transkrip itu dalam rapat konsultasi pimpinan Pansus dengan perwakilan fraksi-fraksi, Jumat. Pembicaraan Sri Mulyani dengan Robert Tantular yang sempat terekam itu sangat singkat. Pembicaraan terjadi sekitar pukul 04.00.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang