Foto Ayatolah Dibakar, Polisi Kepung Universitas Teheran

Kompas.com - 13/12/2009, 23:12 WIB

TEHERAN, KOMPAS.com - Polisi Iran siang tadi mengepung kampus kampus Universitas Teheran mengamankan aksi protes yang dilakukan ratusan mahasiswa atas apa yang dituduhkan pemerintah bahwa mereka telah membakar foto Ayatollah Khameni, pendiri republik Islam pad aksi 7 Desember lalu.

 

 

Televisi milik pemerintah setempat telah berulang kali menampilkan gambar, seolah-olah pada protes kelompok oposisi pada 7 Desember lalu, ada tangan tak dikenal membakar gambar Ayatollah Ruhollah Khomeini.

Para mahasiswa memprotes bahwa gambar itu direkayasa oleh agen pemerintah dan digunakan untuk membenarkan aksi mereka menindak para oposisi.

Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei menyerukan agar publik tenang menghadapi hal itu, namun secara tidak langsung telah menuduh pihak kelompok oposisi menciptakan lingkungan yang tidak bersahabat.

"Beberapa aksi telah dimasukkan dalam kampanye pemilu kampanye untuk melawan seluruh sistem pemerintah," kata Khamenei tanpa menyebut pemimpin oposisi. "Kami menyerukan kepada mereka yang marah untuk tetap tenang."

Kelompok reformis, termasuk mantan calon presiden, Mir Husain Musavi berpendapat bahwa para pendukung mereka tidak ada hubungannya dengan pembakaran gambar, yang mereka katakan digunakan oleh rezim untuk mendiskreditkan pihak oposisi.

Sekadar mengingatkan, aksi unjuk rasa yang digelar 7 Desember lalu merupakan protes terbesar dalam beberapa bulan terakhir. Aksi ini memang memperlihatakan sejumlah kritikan terhadap pemimpin tertinggi negara saat ini, Khamenei.

Para mahasiswa meneriakkan slogan-slogan melawan dia, membakar dan menginjak-injak fotonya sebagai protes atas semua masalah yang selama ini terjadi. Tadi siang, puluhan polisi mengepung kampus Universitas Teheran lagi ketika ratusan mahasiswa pro-reformasi melakukan protes untuk membantah tuduhan tersebut,


Pasukan Pengawal Revolusi, kekuatan militer paling elite di negara terebut, hari ini melakukan persidangan dan penghukuman terhadap mereka yang bertanggung jawab membakar foto sebagai aksi lanjutan untuk menekan oposisi.

"Pengawal Revolusi tidak akan mentoleransi terhadap mereka yang melakukan penghinaan dan para agen di belakangnya," kata lembaga itu dalam pernyataan yang diposting di situsnya.

Mereka yang terbukti menghina pemimpin tertinggi Iran saat ini diancam kurungan dua tahun penjara.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau