Arsenal Gugat Belanda atas Cedera RVP

Kompas.com - 14/12/2009, 03:50 WIB

LONDON, KOMPAS.com — Pelatih Arsenal Arsene Wenger mengungkapkan, klub sedang menyusun langkah hukum untuk menuntut federasi sepak bola Belanda (KNVB) membayar uang kompensasi atas cedera pergelangan kaki yang diderita penyerang Robin van Persie (RVP). KNVB sendiri mengaku siap meladeni tuntutan Arsenal.

Van Persie mengalami cedera saat membela Belanda dalam duel persahabatan melawan Italia, 14 November silam. Menurut diagnosis tim medis tim nasional (timnas) Belanda, cedera Van Persie tidak parah. Ini membuat Arsenal mengizinkan Van Persie menjalani pengobatan tradisional di Serbia.

Namun, alih-alih berharap cepat sembuh, pengobatan tradisional itu malah memperparah cedera pemain yang sering dipanggil RVP itu. Van Persie, yang sebelumnya hanya diprediksi absen enam pekan, kini malah harus menjalani operasi dan tidak bisa diharapkan sembuh dalam lima bulan ke depan.

Wenger menilai, ada sejumlah kejanggalan dalam laporan tim medis Belanda kepada Arsenal. Selain itu, yang jelas, absen panjangnya Van Persie terbukti telah merusak konsistensi permainan Arsenal yang bisa menggagalkan ambisi Arsenal meraih trofi musim ini.

"Kami bekerja sama dengan pengacara kami (untuk mengurus tuntutan) dan kami pasti (mengajukan tuntutan). Saya berharap kompensasi finansial untuk kerusakan yang diakibatkan cedera itu kepada kompetisi (yang kami ikuti) dan juga gaji pemain. Hal ini mengesalkan, pertama-tama karena Anda kehilangan pemain selama sisa musim gara-gara pertandingan persahabatan," ulas Wenger.

"Awalnya, KNVB mengatakan, itu adalah masalah kecil dan Robin menghubungi saya untuk meminta izin apakah ia bisa pergi menemui dokter ajaib di Serbia dan saya tak masalah. Namun, ketika ia kembali, kami menyadari bahwa telah terjadi kerusakan lebih besar, Di Belanda, terjadi konflik antara dokter timnas dan orang yang melakukan operasi kepada Robin. Kami (mengajukan tuntutan) karena ada banyak hal tidak beres setelah ia cedera," lanjutnya.

Sementara itu, KNVB mengaku sudah mengetahui rencana Wenger dan Arsenal melalui pemberitaan media. Sejauh ini, mereka bersikap menunggu aksi Arsenal sebelum melakukan langkah tertentu.

"Bila dan ketika Arsenal mengambil langkah, hal itu akan diurus oleh (orang yang berkompeten) dari Arsenal dan KNVB," demikian bunyi pernyataan KNVB. (SUN)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau