BPK Bantah Bocorkan Rekaman Rapat KSSK

Kompas.com - 14/12/2009, 18:24 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Badan Pemeriksa Keuangan atau BPK membantah telah memberikan rekaman rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan atau KSSK pada November 2008 kepada DPR.

Anggota BPK yang menangani kasus Century, Hasan Bisri, mengakui bahwa pihaknya memang memperoleh rekaman pertemuan kontroversi tersebut. Namun, dia menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah membocorkan rekaman tersebut kepada pihak mana pun.

"Kami memang memperoleh rekaman rapat KSSK, tetapi BPK tidak pernah bocorkan rekaman-rekaman itu, dan BPK tegaskan tidak pernah bocorkan itu kepada siapa pun," katanya dalam jumpa pers di Kantor BPK, Jakarta, Senin (14/12/2009).

Sejak pukul 13.00 tadi, BPK menggelar rapat koordinasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kejaksaan, kepolisian, dan Pusat Penelitian Transaksi dan Analisis Keuangan (PPATK). Dalam rapat ini, BPK menyerahkan hasil audit investigatif Bank Century yang beberapa waktu lalu telah disampaikan kepada DPR, serta melakukan diskusi atas audit tersebut.

Selain Hasan, juga tampak hadir anggota BPK Taufiqqurahman Ruki, Ketua PPATK Yunus Husein, Kepala Bareskrim Komjen Ito Sumardi, dan Direktur Penyidikan Pidana Khusus Kejagung Arminsyah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau