BRUSSEL, KOMPAS.com — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Komisi Eropa Jose Manuel Durao Barroso sepakat mendorong keluarnya hasil yang komprehensif pada KTT Perubahan Iklim di Kopenhagen. "Kami berkomitmen untuk atasi permasalahan global dan mendorong adanya kesepakatan yang kredibel di Kopenhagen," kata Barroso dalam konferensi pers seusai bertemu Presiden Yudhoyono di Kantor Pusat Uni Eropa, Brussel, Senin (14/12/2009) pagi.
Presiden Yudhoyono menjelaskan bahwa pertemuan di Kopenhagen merupakan momen yang tepat bagi semua pihak untuk berkontribusi terhadap lingkungan. Indonesia dipandang sebagai salah satu negara yang memiliki pengaruh besar dalam hal ini.
Presiden Komisi Eropa juga mengatakan sangat menghargai inisiatif Indonesia untuk mengurangi emisi 26 persen pada 2020. Sementara itu, Presiden Yudhoyono mengharapkan inisiatif Indonesia itu bisa diikuti oleh negara berkembang lainnya.
Kedua pemimpin itu menyatakan bahwa pembicaraan untuk peningkatan hubungan bilateral di berbagai sektor juga dilakukan. Barroso percaya bahwa hubungan kedua pihak sudah baik dan memiliki potensi untuk dikembangkan.
Seusai pertemuan dengan Barroso, Presiden Yudhoyono beserta rombongan pada pukul 11.55 waktu setempat bertolak menuju Paris, Perancis, dan diagendakan bertemu dengan Presiden Nicolas Sarkozy.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang