Raup Rp 2,8 Triliun dari "Rights Issue", EXCL Bayar Utang

Kompas.com - 14/12/2009, 21:48 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — PT Excelcomindo Pratama, Tbk, (EXCL), Senin (14/12/2009) mengumumkan proses rights issue senilai Rp 2,8 triliun telah selesai. Jumlah saham baru yang diterbitkan adalah 1,418 miliar sehingga total jumlah saham yang beredar adalah sebanyak 8,508 miliar. Demikian siaran pers EXCL yang diterima Kompas.com.

Seluruh dana hasil rights issue tersebut, menurut Presiden Direktur XL Hasnul Suhaimi, akan digunakan untuk membayar utang perusahaan telekomunikasi yang sekarang menjadi PT XL Axiata Tbk tersebut. “Dengan selesainya proses rights issue, pembayaran utang dipercepat dan pembelian kembali sebagian obligasi akan mengurangi biaya bunga XL, memperbaiki struktur modal XL, dan memperkuat neraca XL,” sebutnya.

Menurutnya, dengan selesainya proses rights issue dan pembayaran utang dipercepat ini, XL mempunyai struktur modal yang lebih baik dan neraca yang kuat. “Dengan pencapaian free cash flow yang positif sejak pertengahan tahun 2009, kami akan dapat lebih berkompetisi di masa yang akan datang dan terus memacu pertumbuhan yang pesat dan memungkinkan kami untuk membagikan dividen kepada para pemegang saham kami di masa yang akan datang,” tambah dia.

Hasil rights issue tersebut akan digunakan untuk membayar Pinjaman Kredit Sindikasi dengan DBS Bank Ltd, Export Development Canada, The Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ, Ltd, dan Chinatrust Commercial Bank, Ltd senilai 140 juta dollar AS (Rp 1,3 triliun), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Rp 400 miliar, PT Bank Mizuho Indonesia 50 juta dollar AS (Rp 474 miliar), DBS Bank Ltd 50 juta dollar AS (Rp 474 miliar), serta Pinjaman Kredit Ekspor dengan Exportkreditnämnden (EKN) Buyer Credit Facility yang didanai oleh Swedish Export Credit Corporation senilai 11,7 juta dollar AS (Rp 111 miliar)

Sebelum proses rights issue ini selesai, selama kuartal keempat 2009, XL juga melakukan pembayaran utang dipercepat sebesar 100 juta dollar AS. Jumlah itu masing-masing untuk HSBC sebesar 50 juta dollar AS dan SCB 50 juta dollar AS, serta membeli kembali sebagian obligasi sebesar 64,6 juta dollar AS.

Dengan demikian, total utang XL saat ini mencapai Rp 13,884 triliun dari sebelumnya per 30 September 2009 mencapai Rp 18,442 triliun.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau