Hatta Rajasa Deklarasi Calon Ketua Umum PAN

Kompas.com - 15/12/2009, 00:09 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Tokoh Partai Amanat Nasional (PAN) M Hatta Rajasa mendeklarasikan pencalonan dirinya sebagai calon Ketua Umum PAN periode 2010-2015 di hadapan pengurus Dewan Pimpinan Wilayah dan Dewan Pimpinan Daerah (DPW dan DPW) PAN se-Jawa.

"Saya dengan kesadaran yang tinggi dan dengan memohon ridha Allah maka dukungan saudaraku sekalian yang diberikan kepada saya, Insya Allah saya terima untuk menjadi salah satu calon Ketua Umum PAN 2010 -2015," kata Hatta Rajasa  di Jakarta, Senin malam.

Ia menyatakan hal itu ketika menyampaikan refleksi dalam silahturahmi DPW dan DPD PAN se-Jawa di Hotel Borobudur Jakarta. Tampak hadir dalam acara itu sejumlah fungsionaris PAN lainnya seperti Rizal Djalil, Taufik Kurniawan, AM Fatwa, Patrialis Akbar, Zulkifli Hasan, dan Asman Abnur. Tokoh PAN Amien Rais tidak tampak dalam acara itu.
     
Hatta mengharapkan peristiwa di Semarang ketika pemilihan Ketua Umum PAN tidak terjadi lagi dalam pemilihan Ketua Umum PAN periode 2010-2015. PAN rencananya akan menggelar kongres ketiga pada 8 hingga 10 Januari 2010 di Batam.

"Saya tidak menyampaikan orasi politik karena ini belum kongres, saya hanya memberikan refleksi untuk mengingatkan mengapa kita ada di sini," katanya.

Ia menyebutkan, tokoh-tokoh PAN termasuk Amien Rais telah mewariskan partai yang memiliki karakter reformis yang menginginkan adanya pembaruan setiap saat sehingga ciri PAN adalah kritis dan memberi solusi kepada bangsa.

"Ada keputusan untuk menjalin koalisi dan mendukung pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono tetapi saya ingatkan bahwa berkoalisi bukan berarti menghilangkan daya kritis partai," katanya.  

Dalam kesempatan itu Hatta juga mengungkapkan bahwa salah satu masalah yang perlu dibahas dalam kongres nanti adalah bagaimana rekrutmen politik dilakukan. "Harus ada pembaruan, kita ingin politik yang sehat, rekrutmen dilakukan bersamaan dengan pengkaderan yang sehat, kita ingin melahirkan tokoh-tokoh yang memiliki karakter," katanya.

Sementara ketika ditanya wartawan usai deklarasi, Hatta mengharapkan agar kader-kader dari DPW dan DPD yang menyampaikan pencalonan dirinya sebagai ketua umum. "Jangan saya yang menyampaikan, tapi saya ingin agar terjadi kompetisi demi sehatnya demokrasi, itu merupakan pendidikan politik dan juga penguatan internal demokrasi di tubuh partai. Jadi saya tetap ingin ada kompetisi yang sehat," katanya.

Hatta Rajasa tidak melakukan jumpa pers secara resmi usai acara itu. Hatta hanya melayani pertanyaan wartawan sambil berjalan menuju kendaraannya. Menggunakan mobil bernomor B 1808 RFS, Hatta yang juga Menko Perekonomian Kabinet Indonesia Bersatu II itu, langsung meninggalkan Hotel Borobudur.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau