JAKARTA, KOMPAS.com - Tokoh Partai Amanat Nasional (PAN) M Hatta Rajasa mendeklarasikan pencalonan dirinya sebagai calon Ketua Umum PAN periode 2010-2015 di hadapan pengurus Dewan Pimpinan Wilayah dan Dewan Pimpinan Daerah (DPW dan DPW) PAN se-Jawa.
"Saya dengan kesadaran yang tinggi dan dengan memohon ridha Allah maka dukungan saudaraku sekalian yang diberikan kepada saya, Insya Allah saya terima untuk menjadi salah satu calon Ketua Umum PAN 2010 -2015," kata Hatta Rajasa di Jakarta, Senin malam.
Ia menyatakan hal itu ketika menyampaikan refleksi dalam silahturahmi DPW dan DPD PAN se-Jawa di Hotel Borobudur Jakarta. Tampak hadir dalam acara itu sejumlah fungsionaris PAN lainnya seperti Rizal Djalil, Taufik Kurniawan, AM Fatwa, Patrialis Akbar, Zulkifli Hasan, dan Asman Abnur. Tokoh PAN Amien Rais tidak tampak dalam acara itu.
Hatta mengharapkan peristiwa di Semarang ketika pemilihan Ketua Umum PAN tidak terjadi lagi dalam pemilihan Ketua Umum PAN periode 2010-2015. PAN rencananya akan menggelar kongres ketiga pada 8 hingga 10 Januari 2010 di Batam.
"Saya tidak menyampaikan orasi politik karena ini belum kongres, saya hanya memberikan refleksi untuk mengingatkan mengapa kita ada di sini," katanya.
Ia menyebutkan, tokoh-tokoh PAN termasuk Amien Rais telah mewariskan partai yang memiliki karakter reformis yang menginginkan adanya pembaruan setiap saat sehingga ciri PAN adalah kritis dan memberi solusi kepada bangsa.
"Ada keputusan untuk menjalin koalisi dan mendukung pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono tetapi saya ingatkan bahwa berkoalisi bukan berarti menghilangkan daya kritis partai," katanya.
Dalam kesempatan itu Hatta juga mengungkapkan bahwa salah satu masalah yang perlu dibahas dalam kongres nanti adalah bagaimana rekrutmen politik dilakukan. "Harus ada pembaruan, kita ingin politik yang sehat, rekrutmen dilakukan bersamaan dengan pengkaderan yang sehat, kita ingin melahirkan tokoh-tokoh yang memiliki karakter," katanya.
Sementara ketika ditanya wartawan usai deklarasi, Hatta mengharapkan agar kader-kader dari DPW dan DPD yang menyampaikan pencalonan dirinya sebagai ketua umum. "Jangan saya yang menyampaikan, tapi saya ingin agar terjadi kompetisi demi sehatnya demokrasi, itu merupakan pendidikan politik dan juga penguatan internal demokrasi di tubuh partai. Jadi saya tetap ingin ada kompetisi yang sehat," katanya.
Hatta Rajasa tidak melakukan jumpa pers secara resmi usai acara itu. Hatta hanya melayani pertanyaan wartawan sambil berjalan menuju kendaraannya. Menggunakan mobil bernomor B 1808 RFS, Hatta yang juga Menko Perekonomian Kabinet Indonesia Bersatu II itu, langsung meninggalkan Hotel Borobudur.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang