Honda Mobil Belum Mau Investasi Pabrik

Kompas.com - 15/12/2009, 08:16 WIB

KARAWANG, KOMPAS.com - Terkait dipilihnya Indonesia sebagai basis produki Freed untuk kawasan Asia Tenggara memastikan perlunya investasi tambahan. Namun, PT Honda Prospect Motor (HPM) gamang menjelaskan lebih lanjut mengenai investasi yang dilakukan.

"Memang pasti ada investasi tambahan, tapi berdasarkan kesepakatan perusahaan kami, nilainya belum kita bisa disclose di sini," ujar Yukihiro Aoshima, Presiden Direktur HPM di Karawang, Senin (14/12/09).

Dijelaskan, saat ini HPM memiliki pabrik perakitan di Karawang, Jawa Barat dengan kapasitas terpasang (maksimum) 50.000 unit per tahun. Sedang utilisasi yang digunakan baru sekitar 40.000 unit.

Terkait dengan basis produksi Freed, pihak HPM mengaku masih memanfaatkan kapasitas yang dimiliki pabrik. Artinya, belum ada rencana ekspansi. "Kami baru akan memikirkan investasi tambahan kalau kapasitas produksi sudah mencapai 50.000 unit," tambah Yukihiro.

Sekedar informasi, HPM telah remi mengekspor sebanyak 1.000 unit Freed ke Thailand terhitung kemarin (Senin, 14/12/09). Sepanjang tahun 2010, ekspor multi purpose vehicle (MVP) itu diperkirakan mencapai 5.000-6.000 unit dengan nilai sekitar Rp1,2 triliun.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau