KARAWANG, KOMPAS.com - Terkait dipilihnya Indonesia sebagai basis produki Freed untuk kawasan Asia Tenggara memastikan perlunya investasi tambahan. Namun, PT Honda Prospect Motor (HPM) gamang menjelaskan lebih lanjut mengenai investasi yang dilakukan.
"Memang pasti ada investasi tambahan, tapi berdasarkan kesepakatan perusahaan kami, nilainya belum kita bisa disclose di sini," ujar Yukihiro Aoshima, Presiden Direktur HPM di Karawang, Senin (14/12/09).
Dijelaskan, saat ini HPM memiliki pabrik perakitan di Karawang, Jawa Barat dengan kapasitas terpasang (maksimum) 50.000 unit per tahun. Sedang utilisasi yang digunakan baru sekitar 40.000 unit.
Terkait dengan basis produksi Freed, pihak HPM mengaku masih memanfaatkan kapasitas yang dimiliki pabrik. Artinya, belum ada rencana ekspansi. "Kami baru akan memikirkan investasi tambahan kalau kapasitas produksi sudah mencapai 50.000 unit," tambah Yukihiro.
Sekedar informasi, HPM telah remi mengekspor sebanyak 1.000 unit Freed ke Thailand terhitung kemarin (Senin, 14/12/09). Sepanjang tahun 2010, ekspor multi purpose vehicle (MVP) itu diperkirakan mencapai 5.000-6.000 unit dengan nilai sekitar Rp1,2 triliun.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang