Elpiji Meledak, Empat Rumah Rusak

Kompas.com - 15/12/2009, 10:58 WIB

MALANG, KOMPAS - Empat rumah rusak dan satu orang menderita luka bakar serius akibat ledakan elpiji di Jalan Margojoyo IX, Kelurahan Mulyoagung, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Senin (14/12). Elpiji yang memenuhi dapur itu meledak setelah tersulut api dari korek api.

Musibah itu terjadi di kediaman Nasiah (75) pada pukul 03.30. Nenek 14 cucu ini diduga tidak sadar bahwa dini hari tersebut dapurnya dipenuhi gas yang bocor dari tabung gas ukuran 3 kilogram (kg).

”Beliau kemungkinan tidak sadar bahwa dapurnya sudah dipenuhi gas dari tabung yang bocor. Saat itu ibu menyalakan korek api untuk menyalakan kompor minyak yang akan dipakainya untuk memasak air. Begitu korek api dinyalakan, dapur langsung meledak,” cerita Multaji (45), anak Nasiah, yang juga merupakan kepala dusun setempat.

Ledakan itu menyebabkan dapur rumah tersebut rusak berat; dindingnya jebol, sedangkan gentengnya berhamburan. Selain itu, ledakan juga menimbulkan kerusakan serupa di tiga rumah terdekat, yaitu di rumah milik Islamiyah, Siti, dan Katimah. Rata-rata genteng rumah mereka tersingkap sebagian, kaca-kaca pecah, dan dinding rusak sebagian.

Kerugian lain, enam sepeda motor serta sejumlah komputer dan laptop milik anak-anak yang kos di rumah Nasiah juga rusak.

Menyelamatkan diri

Menurut Multaji, sesaat setelah ledakan, ibunya masih bisa bergerak ke ruang depan untuk menyelamatkan diri. Ia menderita luka bakar cukup serius di bagian kepala dan seluruh badan. ”Ibu langsung dilarikan ke RSI Unisma Malang untuk mendapat perawatan,” katanya.

Awalnya, lanjut Multaji, dia mengira ledakan itu berasal dari bom karena suaranya keras sekali dan terdengar hingga radius setengah kilometer. Sebagian warga bahkan menduga ledakan itu berasal dari meteor yang jatuh.

Menurut Pejabat Sementara (Pjs) Kepala Kepolisian Sektor Dau Ajun Komisaris Yatmo, bangunan yang rusaknya paling parah adalah dapur rumah korban. Dari hasil olah tempat kejadian perkara, katanya, polisi menyimpulkan, ledakan itu murni disebabkan bocornya elpiji dari tabung 3 kg milik Nasiah.

”Kompor dan tabung elpiji sudah kami bawa ke kantor. Selain itu, dua saksi mata kami mintai keterangan,” tambah Yatmo.

”Dugaan sementara, ledakan itu disebabkan oleh kebocoran elpiji yang tak disadari pemiliknya. Mungkin karena memang beliau sudah berumur sehingga penciumannya kurang tajam,” kata Yatmo.

Polisi memperkirakan, kerugian materiil yang diderita warga mencapai Rp 25 juta, termasuk sejumlah perkakas rumah tangga. (HAS/DIA)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau