Tumbuhan Sekitar Lebih Mujarab Dibanding Obat Kimia

Kompas.com - 15/12/2009, 16:14 WIB

GRESIK, KOMPAS.com - Saat ini masih banyak masyarakat yang tidak tahu manfaat dan kegunaan tanaman obat keluarga atau toga sebagai penyembuh penyakit. Masyarakat masih menginginkan mencari obat instan atau obat kimia agar penyakitnya cepat sembuh meskipun biayanya cukup besar. Hal itu disampaikan pakar Toga dari Yayasan Wisnu Wardana Surabaya, Prapto Ma'ad saat penyuluhan hidup sehat bersama toga di Gresik, Selasa (15/12/2009).

"Ini yang perlu kita bangun bersama, bahwa sebenarnya tanaman yang ada di sekitar kita justru mempunyai khasiat yang paling mujarab, jika kita bisa dan memanfaatkannya. Memasuki musim pancaroba tentu membutuhkan persiapan sejak dini, khususnya persiapan ke sehatan dalam menghadapinya. Toga bisa menjadi solusinya," kata Prapto.

Prapto, yang juga penggagas konsep stimuno itu menjelaskan pada dasarnya toga di sekitar kita mempunyai manfaat yang cukup besar bagi kesehatan. Cara mengolahnya cukup sederhana dan tidak butuh biaya besar. Labu siam atau manisa sangat bermanfaat besar dan cepat menurunkan kolesterol bila di banding obat kimia sekali pun," katanya mencontohkan.

Dia mengingatkan dalam menghadapi musim pancaroba saat ini para ibu harus lebih waspada terhadap kondisi kesehatan anak-anak. Ibu-ibu dianjurkan membuat ramuan dari meniran, meniran diperas dan diminumkan tiga kali sehari. "Meniran berfungsi meningkatkan sistem ketahanan tubuh baik untuk anak maupun orang dewasa. Meniran juga bermanfaat sebagai pengobatan kanker yang paling manjur," paparnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau