JAKARTA, KOMPAS.com - Wall Street berada di zona merah pada Selasa (15/12/2009) waktu setempat, tertekan oleh angka inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan.
Jelang akhir perdagangan, saham makin tertekan saat prediksi General Electric menyebutkan pendapatan dan laba mereka akan flat pada tahun 2010.
Dow Jones Industrial Average turun 49,05 poin (0,47 persen) menjadi ditutup pada 10.452,00, sehari setelah indeks blue-chip ditutup di tertinggi sejak Oktober 2008.
Indeks komposit teknologi Nasdaq kehilangan 11,05 poin (0,50 persen) menjadi 2.201,05 dan indeks Standard & Poor’s 500 merosot 6,18 poin (0,55 persen) menjadi ditutup pada 1.107,93.
Pemerintah AS mengumumkan harga grosir melompat 1,8 persen bulan lalu, dua kali lipat lebih tinggi dari perkiraan para analis. Sedangkan inflasi inti (belum termasuk makanan dan energi) naik 0,5 persen, yang merupakan kenaikan terbesar lebih dari satu tahun ini.
Pasar juga menanti langkah the Federal Reserve yang sudah memulai pertemuann dua hariya. Dengan naiknya inflasi, Bank Sentral AS diperkirakan akan menaikkan suku bunga acuannya lebih cepat dari perkiraan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang