PEKANBARU, KOMPAS.com — Meski Sulastri (40) sudah tujuh bulan melaporkan peristiwa pemerkosaan yang dialami anaknya, IPS (11), tersangka pelaku HPS sampai Rabu (16/12/2009) belum juga diproses secara hukum.
Pelaku yang merupakan tokoh pemuda setempat masih berkeliaran dengan tenang di lingkungan perumahan serta mengancam akan mengusir dan membakar rumah Sulastri.
"Tolonglah, Pak. Saya sudah tidak tahu lagi mau mengadu ke mana. Kami sangat berharap Bapak dapat menolong kami," kata Sulastri saat bertemu dengan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Wilayah Riau di Pekanbaru, Rabu siang. Dalam pertemuan yang berlangsung di Kantor PWI Riau itu, Sulastri membawa anaknya, IPS.
Menurut Sulastri yang sehari-hari bekerja sebagai pembantu rumah tangga, pelaku adalah tetangga sebelah rumahnya. Pelaku dikenal sebagai tokoh pemuda yang memiliki kedudukan sebagai sekretaris sebuah serikat pekerja di Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar.
Menurut Sulastri, dia telah melaporkan kejadian pemerkosaan anaknya kepada polisi di Polsek Siak Hulu pada 26 Mei 2009. Laporan itu dituangkan dalam surat LP 160/KV/2009/S4. Sebagai pendukung laporan, Sulastri melampirkan visum dokter dari Rumah Sakit Mesra, Kampar.
"Apakah karena dia merupakan orang kuat dan kami orang lemah, makanya polisi tidak juga memproses kasus anak saya?" tanya Sulastri.
Sulastri menambahkan, anaknya, IPS, mengalami keterbelakangan mental karena penyakit keras yang dideritanya waktu kecil. Meski demikian, anaknya mengenal pelaku yang merupakan tetangga dekatnya.
"Meski sakit, anak saya mengingat betul peristiwa itu. Dia sangat trauma. Tetapi, keluarga kami malah diancam dan dihina. Dia mengatakan anak saya gila," kata Sulastri.
Ketua PWI Riau Deni Kurnia menyatakan, pihaknya akan segera meminta Kepala Kepolisian Daerah Riau Brigjen Adjie Rustam Ramdja untuk memerintahkan anggotanya memproses laporan Sulastri. "Tidak ada yang kebal hukum di negara ini. Polisi semestinya melindungi rakyat kecil, bukan malah memberatkan orang kecil yang mencari keadilan," ucap Deni.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang