KABUL, KOMPAS.com - Serangan bom menewaskan seorang tentara Estonia di Afganistan, membuat empat jumlah tentara NATO tewas di medan perang selatan negara itu dalam 24 jam, kata tentara, pada Rabu (16/12/2009).
Peledak rakitan (IED) menewaskan tentara Estonia itu dalam ronda jalan kaki pada Selasa, kata Kapten Roy Hermkens, juru bicara Pasukan Bantuan Keamanan Asing (ISAF) pimpinan persekutuan pertahanan Atlantik Utara NATO.
IED lain membunuh seorang tentara Amerika Serikat, sementara dua tentara Inggris, bersama dengan dua tentara Afganistan, tewas akibat serangan jibaku bersepeda motor di selatan pada Selasa, kata Hermkens.
London sebelumnya mengumumkan kematian tentara Inggris sesudah kemungkinan serangan bom jibaku di dekat Sangin di propinsi Helmand, Afganistan selatan. ISAF sebelumnya juga mengumumkan kematian tentara Amerika Serikat.
Bom rakitan itu, biasa ditanam di jalan, adalah pembunuh terbesar tentara asing di Afganistan dan senjata pilihan Taliban.
Tahun ini merupakan yang paling mematikan bagi tentara asing di Afganistan sejak serbuan pada 2001 pimpinan Amerika Serikat untuk menggulingkan pemerintah Taliban.
Sedikitnya, 495 tentara asing tewas pada tahun ini, termasuk 305 dari Amerika Serikat, hampir dua kali dari 155 tentara negara adidaya itu tewas pada tahun lalu, kata laman mandiri icasualties.org.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang