Cuma dalam Jangka 24 Jam, Empat Nyawa Putus

Kompas.com - 16/12/2009, 19:47 WIB

KABUL, KOMPAS.com - Serangan bom menewaskan seorang tentara Estonia di Afganistan, membuat empat jumlah tentara NATO tewas di medan perang selatan negara itu dalam 24 jam, kata tentara, pada Rabu (16/12/2009).
   
Peledak rakitan (IED) menewaskan tentara Estonia itu dalam ronda jalan kaki pada Selasa, kata Kapten Roy Hermkens, juru bicara Pasukan Bantuan Keamanan Asing (ISAF) pimpinan persekutuan pertahanan Atlantik Utara NATO.
   
IED lain membunuh seorang tentara Amerika Serikat, sementara dua tentara Inggris, bersama dengan dua tentara Afganistan, tewas akibat serangan jibaku bersepeda motor di selatan pada Selasa, kata Hermkens.
   
London sebelumnya mengumumkan kematian tentara Inggris sesudah kemungkinan serangan bom jibaku di dekat Sangin di propinsi Helmand, Afganistan selatan. ISAF sebelumnya juga mengumumkan kematian tentara Amerika Serikat.
   
Bom rakitan itu, biasa ditanam di jalan, adalah pembunuh terbesar tentara asing di Afganistan dan senjata pilihan Taliban.
   
Tahun ini merupakan yang paling mematikan bagi tentara asing di Afganistan sejak serbuan pada 2001 pimpinan Amerika Serikat untuk menggulingkan pemerintah Taliban.
   
Sedikitnya, 495 tentara asing tewas pada tahun ini, termasuk 305 dari Amerika Serikat, hampir dua kali dari 155 tentara negara adidaya itu tewas pada tahun lalu, kata laman mandiri icasualties.org.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau