JAKARTA, KOMPAS.com - Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Ikhsan Mojo mengatakan, kasus Century dapat membuat kredibilitas pemerintah berkurang. "Kasus ini harus cepat ditemukan solusinya karena dapat membuat kredibilitas pemerintah berkurang," ujarnya seusai paparan kinerja ekonomi kuartal keempat Indonesia di Jakarta, Rabu.
Ia melihat kemungkinan skenario dari akhir kasus ini adalah menkeu dapat dipertahankan, namun pemerintah dapat menjadi tidak efektif dalam melakukan program kerjanya. "Implikasinya pemerintah menjadi in-efektif padahal banyak keputusan besar yang mungkin diputuskan pada 2010 seperti penyesuaian tarif PLN, kenaikan harga minyak yang membutuhkan pemerintahan kuat," ujarnya.
Ia menambahkan agar tidak muncul anggapan kalau menkeu mundur dapat mengakibatkan perekonomian terganggu. "Pertumbuhan kita tergantung dari ’domestic market’ dan potensinya sangat besar untuk berkembang. Diharapkan ekonomi tidak terganggu karena ekonomi kecil, menengah tetap berjalan seperti ketika krisis menghadang," ujarnya.
Sementara ekonom BNI, Tony Prasetyantono menambahkan apabila menkeu mundur akibat kasus Century, harus ditemukan pengganti yang kredibel dan berkualitas untuk menghindarkan situasi perekonomian memburuk."Kemungkinan terburuk rupiah akan melemah, ’capital inflow’ ditarik dan instabilitas ekonomi dalam bahaya," ujarnya.
Ia menambahkan kasus ini juga dapat mengganggu stabilitas politik dan kredibilitas kabinet, sehingga dapat merobohkan bangunan perekonomian yang sudah mapan. "Dana asing di bursa sudah menurun 50 persen dari sebelumnya 70 persen, dan kalau asing melakukan ’panic selling’ dampaknya pelaku domestik juga mengikuti," ujarnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang