Kredibilitas Pemerintah Makin Turun

Kompas.com - 17/12/2009, 01:07 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Ikhsan Mojo mengatakan, kasus Century dapat membuat kredibilitas pemerintah berkurang. "Kasus ini harus cepat ditemukan solusinya karena dapat membuat kredibilitas pemerintah berkurang," ujarnya seusai paparan kinerja ekonomi kuartal keempat Indonesia di Jakarta, Rabu.

Ia melihat kemungkinan skenario dari akhir kasus ini adalah menkeu dapat dipertahankan, namun pemerintah dapat menjadi tidak efektif dalam melakukan program kerjanya. "Implikasinya pemerintah menjadi in-efektif padahal banyak keputusan besar yang mungkin diputuskan pada 2010 seperti penyesuaian tarif PLN, kenaikan harga minyak yang membutuhkan pemerintahan kuat," ujarnya.

Ia menambahkan agar tidak muncul anggapan kalau menkeu mundur dapat mengakibatkan perekonomian terganggu. "Pertumbuhan kita tergantung dari ’domestic market’ dan potensinya sangat besar untuk berkembang. Diharapkan ekonomi tidak terganggu karena ekonomi kecil, menengah tetap berjalan seperti ketika krisis menghadang," ujarnya.

Sementara ekonom BNI, Tony Prasetyantono menambahkan apabila menkeu mundur akibat kasus Century, harus ditemukan pengganti yang kredibel dan berkualitas untuk menghindarkan situasi perekonomian memburuk."Kemungkinan terburuk rupiah akan melemah, ’capital inflow’ ditarik dan instabilitas ekonomi dalam bahaya," ujarnya.

Ia menambahkan kasus ini juga dapat mengganggu stabilitas politik dan kredibilitas kabinet, sehingga dapat merobohkan bangunan perekonomian yang sudah mapan. "Dana asing di bursa sudah menurun 50 persen dari sebelumnya 70 persen, dan kalau asing melakukan ’panic selling’ dampaknya pelaku domestik juga mengikuti," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau