Ekspor perdana

1.000 Honda Freed untuk Thailand

Kompas.com - 17/12/2009, 02:53 WIB

Seusai menjajal animo pasar domestik sekitar lima bulan, mobil Honda Freed mulai diekspor perdana ke Thailand. Jumlahnya 1.000 unit, padahal untuk pasar Asia Tenggara telah disiapkan 5.000-6.000 unit.

Tiga truk, masing-masing mengangkut enam unit Honda Freed, 14 Desember sore, secara simbolis resmi diberangkatkan dari pabrik PT Honda Prospect Motor (HPM) di Kawasan Industri Mitra Karawang, Jawa Barat, menuju Pelabuhan Tanjung Priok, untuk diekspor ke Thailand.

Catatan penjualan Freed menjanjikan. Sejak diluncurkan di Indonesia pada 29 Juni 2009, penjualan Honda Freed telah mencapai 8.483 unit. Dan, pada saat daya beli Indonesia digoyang isu krisis finansial global, kawasan justru dijadikan pasar empuk untuk memperkenalkan produk baru.

Direktur Pemasaran dan Layanan Purnajual PT HPM Jonfis Fandy mengatakan, ”Dari penjualan itu, berarti rata-rata penjualan per bulan sekitar 1.600 unit. Animo pasar yang luar biasa.”

Honda Freed pertama kali diperkenalkan di Jepang pada Mei 2008. Sejak diluncurkan pertama kali, model ini langsung menorehkan prestasi di Jepang, antara lain, dengan meraih gelar Best Value pada ajang Japan Car of the Year 2008-2009. Selain itu, Honda Freed juga mencatat angka penjualan minivan tertinggi di Jepang untuk tahun 2008.

Kedua, dalam pasar otomotif Indonesia, Honda Freed yang dikategorikan ke dalam segmen multipurpose vehicle (MPV) menempati sekitar 13 persen dari seluruh total pasar otomotif Indonesia berdasarkan data penjualan tahun 2008. Hal ini tentu membanggakan untuk peluncuran model yang relatif baru.

Ketiga, prinsipal Honda Motor Jepang kini tampaknya mulai memercayakan pabrikan Honda di Indonesia sebagai basis produksi untuk menciptakan mobil- mobil berkualitas dunia. ”Honda Freed mudah-mudahan menjadi titik pembuka awal. Setelah Thailand, kami juga mempersiapkan ekspor ke Singapura, Malaysia, dan Brunei,” ujar Jonfis.

Presiden Direktur PT HPM Yukihiro Aoshima mengatakan, dengan dimulainya ekspor ini, HPM bertekad terus memberikan standar kualitas tertinggi untuk kepuasan konsumen lokal maupun internasional.

”Terlebih penting lagi, kegiatan ekspor yang kami lakukan ini membuka lapangan kerja, mendatangkan devisa bagi negara, sekaligus menunjukkan industri otomotif Indonesia mampu menghasilkan produk berteknologi tinggi yang kualitasnya diakui internasional,” ujar Aoshima.

Honda Freed dirakit di pabrik PT HPM yang terletak di Kawasan Industri Mitra Karawang, Jawa Barat. Pabrik yang didirikan sejak tahun 2002 dan memulai produksinya pada 2003 tersebut didukung oleh lebih dari 3.000 tenaga kerja yang profesional serta teknologi canggih untuk memastikan kualitas dari setiap produknya.

Selain Honda Freed, pabrik PT HPM juga memproduksi dua model Honda yang telah diterima sangat baik oleh konsumen di Indonesia, yaitu Honda Jazz dan Honda CR-V. Meski demikian, pihak Honda melihat prospek pasar di Indonesia tahun 2010 sangat ditentukan kekuatan menahan rintangan yang siap menghadang, antara lain penyesuaian bea masuk, bea balik nama, dan pajak progresif.

Wah, rintangan ini juga dirasakan prinsipal otomotif lain karena dipastikan pasar akan mengganggu target penjualan yang diperkirakan 560.000 unit. (STEFANUS OSA)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau