Pansus Bertemu PPATK, Akankah Ada Kejutan?

Kompas.com - 17/12/2009, 09:41 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pansus Hak Angket Pengusutan Kasus Bank Century DPR akan menerima kedatangan pimpinan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (17/12/2009) sekitar pukul 10.00.

Pansus membutuhkan keterangan PPATK untuk menunjukkan aliran dana Bank Century sejak sebelum dinyatakan bank gagal berdampak sistemik hingga memperoleh dana bail out sebesar Rp 6,7 triliun.

Kemungkinan besar, pertemuan Pansus dengan PPATK akan berlangsung tertutup. Pasalnya, PPATK telah mengantongi fatwa dari Mahkamah Agung (MA). "PPATK telah mendapat surat dari MA untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan kita untuk data aliran dana dan menyampaikannya secara tertutup karena sifatnya yang rahasia," ujar Ketua Pansus Idrus Marham, kemarin malam.

Namun, lanjut politisi Golkar ini, Pansus tetap konsisten pada semangat menjunjung transparansi dalam menggelar rapat-rapat, kecuali ada pihak-pihak tertentu yang menghendaki rapat tertutup.

Kasus PPATK termasuk dalam pengecualian tertutup. "Tapi meski sifatnya rahasia, kalau sudah sampai ke tangan kita bisa juga dibuka ke publik," tandasnya.

Akankah ada kejutan? Kita tunggu saja.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau