SMS Teror dari Antasari Rekayasa?

Kompas.com - 17/12/2009, 18:11 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Hingga saat ini, terdakwa kasus pembunuhan terhadap Dirut PT PBR Nasrudin Zulkarnaen, Antasari Azhar, membantah jiak dia dikatakan pernah meneror korban sebelum menemui ajalnya dengan cara ditembak oleh sekelompok eksekutor.

SMS yang menghebohkan ini berbunyi sebagai berikut: "Maaf mas, masalah ini yang tahu hanya kita berdua. Kalau sampai ter-blow-up, tahu sendiri akibatnya." SMS ini diduga dikirim Antasari kepada Nasrudin setelah korban memergoki mantan Ketua KPK itu berduaan di Hotel Gran Mahakam, Jakarta.

Pada persidangan lanjutan kasus dugaan pembunuhan berencana hari Kamis (17/12/2009) ini di PN Jakarta Selatan, dua saksi ahli IT dari Institut Teknologi Bandung, Agung Harsoyo dan Aldo Agustian, membuktikan bahwa SMS dapat dikirimkan ke nomor HP penerima dengan menggunakan nomor pengirim, tanpa sepengetahuan pengirim.

Tidak hanya menjelaskan, dua saksi yang merupakan dosen di Departemen Teknik Elektro ITB itu berhasil memeragakan proses tersebut. Kedua ahli tersebut melakukan peragaan dengan menggunakan jasa web server pengirim SMS.

Jasa web server tersebut ternyata hal yang lazim, terutama bagi perusahaan yang memiliki volume penggunaan SMS tinggi. Bahkan, iPhone memiliki aplikasi serupa yang dapat dibeli seharga 1,99 dollar AS. "Melalui web server itu, kita dapat menge-set siapa pengirimnya, kapan SMS tersebut akan diterima, dan bagaimana bunyinya," ujar Agung dalam persidangan lanjutan.

Setelah berhasil memeragakan pengiriman SMS ke nomor tertentu melalui web server di hadapan majelis hakim, penasihat hukum, jaksa penuntut umum, dan pengunjung sidang, Agung mengatakan, "Kesimpulannya, pengiriman SMS dapat dilakukan dengan nomor tertentu tanpa sepengetahuan pemilik nomor tersebut. Ini tetap dapat dilakukan bahkan ketika HP pengirim dan penerima mati."

Selain melalui web server, terdapat beberapa cara lainnya. Salah satunya dengan menggunakan perangkat hacking system sebesar PC desktop. "Hacking ini dapat berlaku sebagai BTS palsu yang dapat mengambil segala informasi yang ada di HP yang dituju," ujarnya sambil menunjukkan gambar perangkat itu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau