Yang Perlu Diketahui tentang "Aset" Wanita

Kompas.com - 18/12/2009, 10:25 WIB

KOMPAS.com — Bukan rahasia lagi kalau payudara yang padat, kencang, dan menawan merupakan bagian tubuh wanita yang paling menarik di mata pria. Buah dada yang besar mungkin pertanda kesuburan.

Teori antropologi meyakini, payudara memegang peran penting dalam kehidupan perempuan. "Bukit kembar" ini menyimpan cadangan makanan dan gizi bagi penerus nanti. Apalagi yang perlu kita ketahui seputar "aset" perempuan ini?

1. Pertumbuhannya dipengaruhi hormon
Proses tumbuh kembang payudara antara lain dipengaruhi oleh aktivitas hormon, khususnya hormon estrogen. Hormon ini juga berperan penting dalam mengembangkan sifat-sifat kelamin sekunder lainnya. Seperti timbulnya rambut di daerah kemaluan, perubahan-perubahan dalam vagina sampai timbulnya haid.

2. Wanita dengan payudara implan cenderung ingin bunuh diri.
Dalam studi selama 15 tahun yang dilakukan para peneliti dari Kanada diketahui bahwa kecenderungan bunuh diri pada wanita 73 persen lebih tinggi pada kelompok wanita yang melakukan operasi implan payudara dibanding kelompok kontrol.

Tentu saja bukan operasi pembesaran buah dada yang memicu rasa ingin bunuh diri, namun keinginan memperbesar buah dada mungkin merupakan wujud tersembunyi dari kondisi mental, seperti rendahnya rasa percaya diri, depresi, atau persepsi bentuk tubuh yang buruk.

3. Stimulasi payudara bisa membuat orgasme
Sebagian wanita mampu mencapai orgasme hanya lewat perangsangan di bagian payudara. Demikian menurut ahli seksologi Marshall Miller dan Dorian Solot, penulis buku I Love Female Orgasm: An Extraordinary Orgasm Guide. Menurut mereka, sekitar satu persen perempuan bisa mencapai orgasme saat bagian dadanya dirangsang.

4. Fetishism payudara bagian dari kelainan seksual
Penderita fetishism memiliki minat seksual yang terkait bagian tubuh yang hidup, seperti rambut perempuan atau payudara, atau obyek mati, seperti pakaian dalam perempuan atau sepatu. Kepuasan seksual didapat dari memainkan, mencium, atau mengecap benda-benda tersebut dan biasanya dilakukan dengan perilaku masturbasi. American Psychiatric Association mengategorikan kelainan seksual ini sebagai bagian dari kelainan jiwa.

5. Bagian kiri lebih besar
Dalam laporan yang dipublikasikan dalam jurnal Annals of Plastic Surgery yang mengkaji payudara 600 perempuan diketahui, bagian kiri payudara umumnya lebih besar dari "saudara kembarnya" di kanan. Tapi ukuran yang tidak simetris pada sepasang bagian tubuh bukan cuma milik payudara. Bagian tubuh lain yang berjumlah dua, seperti telinga, tangan, atau mata pun tak memiliki ukuran yang sama persis.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau