Sekaten 2010 Akan Lebih Tonjolkan Atraksi Budaya

Kompas.com - 18/12/2009, 13:09 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta berencana mengemas Pasar Malam Perayaan Sekaten (PMPS) 2010 lebih istimewa dibanding tahun sebelumnya karena pelaksanaannya bertepatan dengan Tahun Dal.
    
"Pelaksanaan PMPS tahun depan akan istimewa sehingga ada sesuatu yang berbeda. Kami akan lebih menonjolkan sisi atraksi budaya," kata Wakil Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti seusai pemasangan patok di Alun-alun Utara Yogyakarta, Jumat (18/12/2009).
    
Menurut dia, beberapa atraksi budaya yang akan ditampilkan pada PMPS 2010 adalah pentas seni dan pemberdayaan atraksi seni dari masyarakat sehingga sisi tradisi dari perayaan Sekaten diharapkan lebih menonjol.
    
Ia berharap, pelaksanaan PMPS 2010 tidak hanya menonjolkan sisi pasar malam, tetapi juga menekankan nuansa religius. Beberapa acara tradisi yang akan menyertai pelaksanaan PMPS 2010, lanjut dia, telah diinformasikan kepada masyarakat melalui baliho besar yang ada di tengah Alun-alun Utara.
    
Namun, potensi ekonomi yang muncul dalam pelaksanaan PMPS, lanjut Haryadi, juga perlu dijaga karena memiliki trickle down effect yang luas kepada masyarakat, khususnya usaha mikro. Ketua Panitia PMPS 2010 Yulia Rustiyaningsih mengatakan, pelaksanaan PMPS tahun depan akan lebih menonjolkan sisi atraksi budaya.
    
"Ada beberapa atraksi budaya yang pada tahun sebelumnya tidak ditampilkan, maka pada PMPS tahun depan akan ditampilkan. Kami akan terus berkoordinasi dengan pihak Keraton mengenai jenis atraksi budaya yang akan ditampilkan," ujarnya.
    
Beberapa atraksi budaya yang akan ditampilkan, di antaranya, ngliwet dan jejak boto. Sementara itu, pelakanaan pasang patok di Alun-alun Utara yang dilakukan bertepatan pada 1 Sura dimaknai sebagai sebuah simbol diserahkannya lahan Alun-alun Utara dari Keraton Hadiningrat kepada Pemkot Yogyakarta sebagai penyelenggara PMPS 2010.
    
Pemasangan patok di antaranya dilakukan oleh Haryadi Suyuti, kerabat Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, yakni GBPH Hadiwinoto, Wakil Ketua DPRD Kota Yogyakarta Sinarbiyat Nujanat, Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta Rapingun, dan Ketua Panitia PMPS.
    
Seusai pemasangan patok, masyarakat yang berkumpul di sekeliling lokasi pemasangan langsung memperebutkan tumpeng dan uba rampe upacara seperti janur dan berbagai buah-buahan sebagai sebuah berkah.
    
Pemasangan patok menjadi tanda dimulainya pembangunan stan PMPS 2010 yang akan secara resmi dibuka pada 15 Januari 2010 hingga 18 Februari 2010 dan dilanjutkan dengan keluarnya gamelan milik Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat selama satu pekan dimulai pada 19 Februari 2010 hingga 25 Februari 2010. Puncak acara PMPS pada 26 Februari 2010 yang ditandai dengan kegiatan Garebek Sekaten.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau