SANAA, KOMPAS.com - Operasi keamanan pemerintah Yaman berhasil menewaskan 34 militan Al Qaeda. Sementara itu, 17 anggota militan lainnya berhasil ditangkap. Kementerian Pertahanan Yaman mengemukakan laporan tersebut pada Jumat (18/12/2009).
Kelompok militan itu diduga merencanakan sejumlah serangan bunuh diri. Tatkala penyergapan berlangsung, delapan di antara militan tersebut sedang menyiapkan rompi berisi bahan peledak.
Sebagaimana diwartakan BBC, operasi berlangsung di Provinsi Abyan di sebelah barat dan Provinsi Arhap, yang terletak di sebelah utara ibu kota Sanaa.
Aksi serangan Al Qaeda di Yaman sudah lama menimbulkan keprihatinan di kawasan ini. Pihak berwenang mengatakan operasi keamanan ini berhasil.
Dalam beberapa bulan belakangan ini kelompok militan melancarkan serangan atas sasaran yang tidak berskala besar, seperti atas pos-pos keamanan lokal.
Jet tempur dan tentara menyerang kamp-kamp dan tempat persembunyian kaum militan pada Kamis. Dilaporkan bahwa sasaran serangan para militan - seperti dimuat dalam situs yang punya kaitan dengan Kementerian Pertahanan- antara lain adalah fasilitas warga asing di Yaman, termasuk sekolah.
Pemerintah Amerika Serikat kuatir dengan keberadaan Al Qaeda di Yaman antara lain karena pemerintah di Sanaa menghadapi sejumlah masalah keamanan. Masalah itu antara lain perang saudara di Yaman Utara maupun unjuk rasa pro kemerdekaan di Yaman bagian selatan
Koneksi
Yaman sudah lama menjadi pangkalan para militan. Negara ini adalah tanah asal leluhur pemimpin Al Qaeda Osama bin Laden.
Dengan medan pegunungan yang sulit ditembus dan kekuasaan pemerintahan pusat yang lemah, wilayah Yaman sangat cocok untuk kelompok militan yang mencari tempat untuk bersembungi dan membuka kamp pelatihan.
Banyak orang Yaman ikut berperang saat pendudukan Uni Soviet di Afganistan tahun 1980-an dan kini warga Yaman merupakan kelompok terbanyak di antara tawanan yang masih ditahan Amerika Serikat di Teluk Guantanamo. Tahun lalu menteri luar negeri Yaman menaksir terdapat lebih dari 1.000 aktivis jihad di seluruh negara itu.
Meski pemerintah Yaman bersikukuh menyatakan akan menempuh semua langkah yang mereka mampu lakukan untuk membasmi gerakan jihad, para analis yakin beberapa tokoh radikal Islam memiliki koneksi di kalangan elite yang membiarkan kegiatan mereka berlanjut.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang