Liga indonesia

PSIM Main Imbang Lawan 10 Pemain Persipro

Kompas.com - 18/12/2009, 22:10 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Meski lawan bermain dengan 10 orang, tidak membuat PSIM Yogyakarta mampu menundukkan Persipro Probolinggo dalam laga kandang Liga Indonesia Divisi Utama di Stadion Mandala Krida Yogyakarta, Jumat (18/12) malam. Hingga peluit akhir dibunyikan, skor PSIM melawan Persipro imbang tanpa gol.

Bahkan, permainan kedua tim cenderung keras. Sepanjang pertandingan Wasit Deri Kuswara menghadiahkan tujuh kartu kuning, masing-masing lima untuk Persipro dan dua PSIM. Wasit juga mengusir A Junaidi dari Persipro lantaran akumulasi kartu.

Pemain Persipro yang memeroleh kartu kuning adalah Edy S pada menit ketiga, A Junaidi (6) dan (28) yang kemudian mengantarkannya pada kartu merah, Hermanto (8), dan Supaham (43). Sedang pemain PSIM yang dihadiahi wasit dengan kartu kuning adalah Hasan Basri L (8) dan Otot Herman P (71).

Sejak babak pertama dimulai penampilan kedua tim terlihat tidak menarik. Tidak nampak serangan membahayakan bagi keduanya. Bahkan, banyak umpan pendek tidak akurat. Tendangan membahayakan pemain Persipro baru tercipta pada menit ke-34, namun mampu ditangkap penjaga gawang PSIM Ony Kurniawan.

Sedang serangan cukup membahayakan PSIM baru terjadi pada menit ke-40, sayangnya bola melenceng di atas mistar gawang Persipro yang dijaga Ahmad Nurrosadi. PSIM baru tampil menekan setelah jeda, tepatnya setelah A Junaidi diusir wasit keluar lapangan. Bahkan, di akhir pertandingan sejumlah penonton dari tribun timur sempat melemparkan batu ke sudut lapangan.

Menyikapi hasil pertandingan Sekretaris PSIM Dessy Arifianto mengatakan anak-anak PSIM tampil kurang bisa lepas. Menurut Dessy meski tim lawan hanya bermain dengan 10 orang namun mereka bisa mengimbangi PSIM.

Sedangkan mengenai permainan yang keras, Assisten Manajer Persipro Probolinggo Haris Nasution mengatakan semua bisa dikendalikan.

Sementara itu Wakil Ketua Panitia Pelaksana Pertandingan Sukamto mengatakan sebelum pertandingan pihaknya sudah melakukan sweeping di pintu masuk untuk menghindari adanya penonton yang membawa barang berbahaya, termasuk batu.

"Apakah batu yang dipakai melempar itu merupakan support dari luar? Kami tidak tahu. Panitia sudah melakukan sweeping. Kami harap pada pertandingan yang akan datang hal itu tidak terulang," ujarnya.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau