JAKARTA, KOMPAS.com - Belum rampungnya pembangunan Banjir Kanal Timur (BKT) sepanjang 23,5 km dimanfaatkan oleh ratusan orang penggila hobi memancing. Mereka memanfaatkan BKT yang saat ini menjadi semacam waduk-waduk kecil untuk mengadu peruntungan.
Pantauan Kompas.com Sabtu (19/12), saat menyusuri jalur BKT dari Cipinang Besar Selatan, Jakarta Timur, hingga Marunda Jakarta Pusat, terdapat beberapa lokasi yang dijadikan tempat pemancingan oleh warga. Mereka berkumpul di daerah Pulo Gebang, Cakung Timur, Rorotan, dan Marunda.
Namun, penggila mancing lebih banyak berkumpul di daerah Rorotan, Jakarta Utara. Di daerah dengan panjang sekitar tiga km itu dikerumini ratusan warga di dua sisi jalur sejak pagi hari hingga menjelang magrib.
Masing-masing pemancing mempersiapkan diri dengan membawa makanan dan minuman lantaran tak ada satu pun warung makan di sana. Tak lupa payung atau jaket untuk menghalang teriknya panas.
Seperti Mumu (35) warga Ujung Menteng, Jakarta Timur. Sudah sekitar dua tahun ia menjalani hobinya di sana. "Biasanya hari Sabtu sama Minggu mancing. Disini banyak banget mujair. Kaga tau dari mana asalnya (mujair). Mumpung gratis. Dari pada bengong di rumah," ucap dia.
Saat itu ia sedang beruntung. Sembilan ekor ikan mujair ukuran sedang menyamber umpan yang dipasang di pancingannya. Setiap mancing, ia selalu membawa lima pancingan. Bahkan ada pemancing yang membawa delapan pancingan sekaligus. "Orang minimal bawa dua pancingan. Biar dapet banyak. Lumayan buat digoreng. Tapi sering juga nggak dapet satu pun," tutur dia.
Bukan hanya warga sekitar yang mengadu nasib di Rorotan. Seperti Wahyudi (28), warga Pondok Kopi, Jakarta Timur, ikut melempar umpan di sana. "Lumayan jauh dari rumah, sekitar 45 menit naik motor. Dari pada di pemancingan bayar, mending di sini. Tapi panasnya ngga nahan," ungkap pemuda berbadan tegap itu.
Bagi yang tidak bisa memancing atau tak sabar dengan memancing lebih memilih melemparkan jaring. Puluhan orang rela menyeburkan diri ke tengah BKT lalu melempar jaring untuk mendapatkan banyak mujair dengan mudah. Tentunya sedikit menjauh dari para pemancing agar tak menggangu.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang