Berburu Mujair di BKT

Kompas.com - 19/12/2009, 20:27 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Belum rampungnya pembangunan Banjir Kanal Timur (BKT) sepanjang 23,5 km dimanfaatkan oleh ratusan orang penggila hobi memancing. Mereka memanfaatkan BKT yang saat ini menjadi semacam waduk-waduk kecil untuk mengadu peruntungan.

Pantauan Kompas.com Sabtu (19/12), saat menyusuri jalur BKT dari Cipinang Besar Selatan, Jakarta Timur, hingga Marunda Jakarta Pusat, terdapat beberapa lokasi yang dijadikan tempat pemancingan oleh warga. Mereka berkumpul di daerah Pulo Gebang, Cakung Timur, Rorotan, dan Marunda.

Namun, penggila mancing lebih banyak berkumpul di daerah Rorotan, Jakarta Utara. Di daerah dengan panjang sekitar tiga km itu dikerumini ratusan warga di dua sisi jalur sejak pagi hari hingga menjelang magrib.

Masing-masing pemancing mempersiapkan diri dengan membawa makanan dan minuman lantaran tak ada satu pun warung makan di sana. Tak lupa payung atau jaket untuk menghalang teriknya panas.

Seperti Mumu (35) warga Ujung Menteng, Jakarta Timur. Sudah sekitar dua tahun ia menjalani hobinya di sana. "Biasanya hari Sabtu sama Minggu mancing. Disini banyak banget mujair. Kaga tau dari mana asalnya (mujair). Mumpung gratis. Dari pada bengong di rumah," ucap dia.

Saat itu ia sedang beruntung. Sembilan ekor ikan mujair ukuran sedang menyamber umpan yang dipasang di pancingannya. Setiap mancing, ia selalu membawa lima pancingan. Bahkan ada pemancing yang membawa delapan pancingan sekaligus. "Orang minimal bawa dua pancingan. Biar dapet banyak. Lumayan buat digoreng. Tapi sering juga nggak dapet satu pun," tutur dia.

Bukan hanya warga sekitar yang mengadu nasib di Rorotan. Seperti Wahyudi (28), warga Pondok Kopi, Jakarta Timur, ikut melempar umpan di sana. "Lumayan jauh dari rumah, sekitar 45 menit naik motor. Dari pada di pemancingan bayar, mending di sini. Tapi panasnya ngga nahan," ungkap pemuda berbadan tegap itu.

Bagi yang tidak bisa memancing atau tak sabar dengan memancing lebih memilih melemparkan jaring. Puluhan orang rela menyeburkan diri ke tengah BKT lalu melempar jaring untuk mendapatkan banyak mujair dengan mudah. Tentunya sedikit menjauh dari para pemancing agar tak menggangu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau