Telkom: Tidak Ada Tekanan Saat Simpan Dana di Century

Kompas.com - 20/12/2009, 15:53 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) menegaskan, pihaknya tidak berada dalam tekanan siapa pun ketika menempatkan dananya di Bank Century (sekarang Bank Mutiara) pada bulan Desember 2007.

Nilai simpanan dalam bentuk rupiah BUMN telekomunikasi ini mencapai Rp 165 miliar. Kesemuanya telah ditarik hingga Oktober 2009.

Sebelumnya, beredar kabar bahwa penempatan dana ketiga BUMN, termasuk Telkom, di bank yang hanya beraset sekitar Rp 10 triliun tersebut adalah atas tekanan pemerintah. Bahkan, anggota Pansus Angket Century Faisal Akbar mengatakan, ketiganya ditekan untuk menyimpan dananya hingga Rp 1 triliun.

Sementara itu, anggota Pansus Angket Century lainnya, Bambang Soesatyo, mengatakan, selain unsur tekanan, diduga ada kompensasi besar atas keikutsertaan perusahaan "plat merah" ini di Bank Century. "Telkom selalu menjunjung tinggi asas kehati-hatian dengan berpegang pada kebihakan perseroan yang berlaku," bantah Wakil Presiden Komunikasi Pemasaran dan Publik PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) Eddy Kurnia, Minggu (20/12/2009) kepada para wartawan di Jakarta.

Menurut Eddy, ketika hendak menempatkan sejumlah dana di bank yang pernah memiliki aset tidak produktif hingga Rp 477 miliar pada November 2007 ini, Telkom selalu melakukan penilaian dan pengecekan berdasarkan laporan keuangan Bank Century yang dipublikasikan di media massa.

Tercatat, awalnya Telkom menempatkan dananya di Bank Century pada Desember 2007. Telkom, misalnya, melakukan penilaian dan pengecekan laporan keuangan pada bulan September 2007, Juni 2008, dan 30 September 2008.

Indikator pengambilan keputusan didasarkan pada posisi loan to deposite ratio atau LDR, capital adequacy ratio atau CAR, dan non performing loan atau NPL. "Berdasarkan indikator ini, saat itu Bank Century masih dinyatakan layak untuk penempatan dana," kata Eddy.

Ditambahkannya, Telkom tidak harus menempatkan dananya di bank pemerintah karena dana BUMN itu tidak berasal dari APBN. Hingga saat ini, Telkom telah bermitra dengan puluhan bank, mulai dari bank skala nasional sampai bank pembangunan daerah.

Selain Telkom, BUMN lain yang disebut-sebut menyimpan dananya di Bank Century saat itu adalah PT Jamsostek dan PT Aneka Tambang.

Setelah berdiri beberapa tahun, Bank Century akhirnya masuk dalam pengawasan khusus BI pada tanggal 6 November 2008. Pada tanggal 20 November 2009, bank sentral menyatakan Bank Century sebagai bank gagal setelah sebelumnya kalah kliring. Selanjutnya, bank tersebut diserahkan ke Lembaga Penjamin Simpanan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau