Hotel Melati di Jogja Masih Ada Kamar

Kompas.com - 20/12/2009, 19:17 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Calon wisatawan yang ingin melewatkan liburan Natal dan Tahun Baru di Yogyakarta jangan takut kehabisan kamar hotel karena hotel-hotel kelas melati yang baru terisi 70 persen. Hanya saja, dianjurkan untuk memesan kamar jauh hari sebelumnya.

Seperti disampaikan Sekretaris Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY yang juga General Manager Hotel Ruba Graha Deddy Pranowo, calon wisatawan kadang menganggap berita dan informasi tentang kamar-kamar hotel di Yogya yang sudah terisi penuh, sebagai kondisi sesungguhnya. Atau menganggap jika kamar-kamar hotel berbintang penuh, maka demikian juga terjadi pada hotel kelas melati. "Padahal itu tak sepenuhnya benar. Misalnya saat ini, keterisian hotel berbintang memang sudah 80 persen, tapi hotel melati masih dibawahnya, yakni 70 persen,"" kata Deddy, Minggu (20/12/2009).

Untuk mengecek keterisian kamar hotel, hotel kelas melati pun kini banyak mengunakan website, email, hingga facebook. Namun ada juga yang memberlakukan pemesanan langsung dengan menyertakan uang muka, alias tidak lewat telepon karena tak mau berurusan dengan orang iseng. Hotel yang menerapkan seperti inilah yang kamar-kamar hotelnya tak terisi 100 persen.

"Saat liburan lebaran lalu dan libur hari-hari raya sebelumnya, kondisi tersebut terjadi. Hotel-hotel kelas melati yang masuk keanggotaan PHRI dan Gabungan Perhot elan Melati Yogyakarta, sudah saling bertukar informasi. Sehingga jika sebuah kamar-kamar hotel sudah terisi penuh, maka direkomendasikan ke hotel lain dengan cepat," paparnya.

Keterisian kamar hotel di Yogya diperkirakan mencapai 100 persen pada 26 Desember-2 Januari. Saat ini terdapat 4.000 kamar di 26 hotel berbintang dan 360 hotel kelas melati. Sejumlah 4.000 kamar ini, terbagi rata antara hotel berbintang dan melati.

"Dengan tambahan 150-an kamar di sepanjang tahun ini dari beberapa hotel baru, kue akan direbut lebih banyak hote berbintangl. Walau demikian, kami masih menyimpan harapan keterisian kamar kali ini di hotel kelas melati bisa 100 persen," tutur Deddy.

Sementara, hotel berbintang mulai kebanjiran pemesanan kamar. Sheraton Mustika, hotel bintang lima, misalnya, keterisian kamar pada 24-26 November sudah 90 persen. Untuk hari-hari selain tanggal itu, hingga 2 Januari, keterisian hotel sudah 80 persen.

 

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau