Gara-gara Tiago, Juventus Tertinggal

Kompas.com - 20/12/2009, 21:42 WIB

TURIN, KOMPAS.com - Gelandang Juventus, Tiago, melanggar bek Catania, Nicolas Spolli, yang membuat Catania mendapat penalti di menit ke-22. Catania berhasil memanfaatkan penalti itu dengan baik dan unggul 1-0, di akhir babak pertam duel lanjutan Serie-A, di Turin, Minggu (20/12/2009).

Meski masih ada 45 menit babak kedua, hasil itu tetap mengecewakan, mengingat Juventus mendominasi pertandingan sejak awal. Bahkan, mereka mampu menciptakan sejumlah peluang emas.

Pada menit ke-17, misalnya, Diego berhasil melewati adangan bek Catania, dan melepaskan tembakan. Namun, tembakan itu melenceng dari sasaran.

Di menit ke-28, giliran David Trezeguet yang punya kesempatan membobol gawang tim tamu. Namun, tembakan Trezeguet, yang memanfaatkan umpan Fabio Cannavaro itu melenceng, keluar sasaran.

Catania sendiri, meski tertekan, ternyata tetap tenang dan cermat melihat peluang. Itulah yang mereka lakukan di menit ke-22. Kejutan Catania mengejutkan Juventus, yang membuat Tiago terpaksa melanggar Spolli.

Penyerang Catania, Jorge Andres Martinez, yang dipercaya mengeksekusi penalti, berhasil menunaikan tugas. Sepakannya ke tengah gawang, gagal diantisipasi Alexander Manninger.

Sepanjang babak pertama, Juventus memiliki penguasaan bola sebesar 68 persen dan menciptakan tiga tembakan ke gawang. Sementara itu, Catania hanya mampu membuat satu peluang emas.

Susunan pemain:
Juventus:
Manninger; Cannavaro, Legrottaglie, Grosso, Caceres; Melo (Salihamidzic 32), Tiago, Marchisio, Diego; Trezeguet, Amauri
Catania: Andujar; Spolli, Silvestre, Capuano, Alvarez; Carboni, Ledesma, Biagianti; Morimoto, Llama, Martinez.
Catania:

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau