JEPANG, KOMPAS.com — Baru saja Mazda mengumumkan kerja samanya dengan Ford yang mengeluarkan produk kolaborasi Mazda2 dan Fiesta. Kini, pabrikan mobil Jepang tersebut mengembuskan berita baru. Kabarnya, Mazda berencana membangun hubungan spesial dengan Toyota untuk mengembangkan teknologi hibrida sekaligus komponen pendukung mobil ramah lingkungan.
Sebagai pemain "kecil" di pasar otomotif dunia, Mazda dihadapi tantangan untuk bisa bersaing dengan raksasa, seperti GM, Fiat, Ford, Honda, dan Toyota. Namun, apa daya, kemampuan finansial tak sebesar para pesaingnya.
Kondisi diperumit dengan situasi keuangan Ford yang memaksa harus melakukan penyelamatan modal usaha. Akibatnya, kerja sama jangka panjang Ford-Mazda terancam berantakan.
Bahkan, Ford sudah mulai mengurangi kepemilikan saham di Mazda. Untuk itu, Mazda harus membuat aliansi baru untuk bisa memenuhi teknologi hibrida agar dapat bersaing di pasar Amerika Serikat. Tampaknya, hal itu hanya bisa dipenuhi Toyota.
Seperti dikutip Leftlane.com dari Yomiuri Shimbun, koran lokal di Jepang (19/12/2009), dari kesepakatan dua merek Jepang terebut, Mazda akan menerima pasokan komponen motor hibrida. Teknologi ini akan digunakan di mobil hibrida milik Mazda yang mulai dipasarkan pada 2013.
Sebelumnya, Mazda mengandalkan Ford untuk bisa mendukung perkembangan mobil ramah lingkungan miliknya. Mengaplikasikan sistem hibrida yang ada di Ford Escape hibrida ke sport utlity vehicle (SUV) milik Mazda Tribute. Namun, rencana ini gagal dan Mazda harus mencari partner baru, ya Toyota.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang