BUMN Harus Perbaiki Rencana Kerja 2010

Kompas.com - 21/12/2009, 14:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Negara BUMN Mustafa Abubakar mendesak perusahaan BUMN untuk memperbaiki rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP) tahun depan.

Menurut Mustafa, ini dilakukan untuk menekan efisiensi serta sinergitas peningkatan produktivitas dan kontinuitas. Di samping itu, imbuhnya, kondisi perekonomian, baik global maupun lokal, saat ini telah menunjukkan perbaikan. "Banyak sekali BUMN yang perlu kami minta memperbaiki RKAP-nya dan kami ingin RKAP 2010 lebih signifikan dibandingkan dengan yang sebelum-sebelumnya," kata Mustafa saat ditemui di Kantor Kementerian Koodinator Perekonomian, Jakarta, Senin (21/12/2009). Namun, Mustafa enggan membeberkan nominal target yang bakal dipatok oleh perusahaan BUMN tahun depan.

Dia berharap, kinerja perusahaan BUMN dapat meningkat tahun depan. Misalnya, kata Mustafa, PT Pertamina dapat meningkatkan proyeksi laba bersih dalam RKAP tahun depan menjadi Rp 18 triliun atau Rp 19 triliun. Ini lebih tinggi daripada proyeksi yang telah ditetapkan sebesar Rp 17,7 triliun.

Menurutnya, Pertamina dapat meningkatkan labanya karena asumsi harga minyak tahun depan naik menjadi 65 dollar AS per barrel. Adapun untuk tahun ini, 61 dollar AS per barrel. "Pra-RUPS saya minta diperbaiki, angkanya saya tidak bisa sebut. Jadi, secara umum saya melihat seperti itu," tandasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau