Burhanuddin Akui Pengawasan BI terhadap Century Lemah

Kompas.com - 21/12/2009, 15:01 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Mantan Gubernur Bank Indonesia Burhanuddin Abdulah mengakui bahwa pengawasan bank sentral terhadap Bank Century lemah. Terbukti, seusai difasilitasi, bank yang merupakan gabungan dari Bank CIC, Pikko, dan Danpac itu belakangan malah menimbulkan masalah. "Setuju jika dibilang pengawasan Bank Indonesia terhadap Bank Century lemah," ujarnya dalam pemeriksaan Pansus Angket Century, Senin (21/12/2009) di DPR, Jakarta.

Namun, lanjutnya, pengawasan BI terhadap industri perbankan secara keseluruhan sangat ketat. Dirinya menekankan, di Indonesia terdapat sekitar 130 bank skala besar, menengah, dan kecil. BI sendiri selalu mengadakan pertemuan rutin dengan 15 bank terbesar di Indonesia setiap dua bulan sekali.

Ke-15 bank itu menguasai sekitar 80 persen aset perbankan nasional. Bukti bahwa pengawasan BI ketat adalah hampir tidak adanya bank di Indonesia yang kolaps pada tahun 2008 akibat subprime mortgage di AS. Padahal, ada 120 bank di AS yang ambruk tahun lalu.

"Selain itu, banyak bank-bank besar yang menghasilkan laba triliunan setiap tahunnya, dan turut berkontribusi bagi APBN. Ini bukti pengawasan BI berjalan. Jadi jika ada satu, dua, atau tiga bank penyakitan, saya kira ini natural sekali," tambahnya.

Terkait lemahnya pengawasan merger terhadap Bank Century, Burhanuddin memaparkan alasannya. "Aset ketiga bank tersebut sangat kecil sekali. Namun, hal ini bukan berarti BI melakukan kesengajaan atau keteledoran," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau