Dukung Sri Mulyani, Karyawan Depkeu Kenakan Gelang Bertulis "M"

Kompas.com - 21/12/2009, 15:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Sebagai salah satu bentuk solidaritas terhadap Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati atas kasus Bank Century (kini Bank Mutiara) yang menyeret namanya, karyawan Departemen Keuangan mengenakan gelang lengan berwarna hitam. Gelang lengan ini bertuliskan huruf "M" berwarna putih yang tertempel rapi di atasnya.

Bahkan, gelang lengan ini juga tampak dikenakan oleh jajaran eselon I dan eselon II Depkeu. Direktur Pembiayaan Syariah Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang Depkeu Dahlan Siamat, misalnya, dengan bangga menunjukkan gelang lengan yang dikenakannya, Senin (21/12/2009 ) ini. "Ini artinya Departemen Keuangan mendukung menterinya," ujarnya bangga seusai jumpa pers di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, hari ini.

Dia menyebut, huruf "M" ini berarti mendukung, menyayangi, mencintai, dan semua kata kerja yang memiliki pengertian positif.

Dirjen Pengelolaan Utang Rahmat Waluyanto mengatakan, dirinya juga mempunyai gelang lengan serupa. Namun, karena tidak muat di pergelangan tangannya, gelang lengan tersebut tidak dikenakannya. "Saya punya, tetapi enggak muat, kekecilan," ujarnya.

Pansus Bank Century DPR berencana memanggil Sri Mulyani yang berperan sebagai Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan dalam penyelamatan Bank Century pascareses atau setelah 4 Januari 2010.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau