Bajigur dan Kopi Jahe Tampil di Vakantiebeurs 2010 Belanda

Kompas.com - 21/12/2009, 21:27 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Banyak cara Indonesia dalam menjaring wisatawan Belanda untuk masuk Indonesia. Salah satunya adalah menampilkan minuman khas Sunda bernama bajigur di Vakantiebeurs 2010, arena pameran pariwisata terbesar yang akan digelar di Utrecht, Belanda tanggal 12- 17 Januari 2010. Selain bajigur juga kopi jahe instant. Usulan promosi minuman daerah ini mengemuka dalam rapat persiapan Vakantiebeurs di Lantai 9 Gedung Sapta Pesona Departeman Kebudayaan dan Pariwisata di Jakarta, Senin (21/12/2009).

Jordi Paliama, Kepala Bidang Promosi Budaya dan Pariwisata Luar Negeri Wilayah Eropa pada Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata RI yang memimpin rapat persiapan Vakantiebeurs 2010 langsung menyetujui usulan itu. Tidak ada masalah bagi Indonesia untuk menampilkan berbagai produk lokal dalam promosi pariwisata kelas dunia itu. Kebetulan Indonesia kali ini menjadi host country partner for Vakantiebeurs 2010.

Selain menampilkan minuman khas daerah, Indonesia juga menampilkan berbagai kesenian dan produk pakaian khas, seperti batik. Bahkan spa yang menjadi bagian dari hiruk-pikuk dunia wisata di Indonesia juga ditampilkan di Utrecht, baik dalam bentuk proses maupun pelayanan langsung.

Tidak hanya sisi produksi karya manusia Indonesia yang dipromosikan, Putri Pariwisata Indonesia yang diharapkan menjadi gambaran sosok perempuan Indonesia yang punya keramahan tinggi juga ditampilkan. "Kali ini yang kami ikutkan ke Vakantiebeurs dua orang. Mereka adalah Andara Rainy Ayudini, Putri Pariwisata Indonesia 2009, dan Rieke Caroline, runner up I Putri Pariwisata Indonesia 2009," kata Franny Constantina, Direktur Eksekutif El John Indonesia yang turut hadir dalam rapat persiapan Vakantiebeurs bersama Rieke Caroline.

Diungkapkan dalam rapat itu, sebagai host country partner, Indonesia mendapat slot waktu pertunjukan seni dan budaya setiap hari selama pameran pada prime time di panggung utama Vakantiebeurs. "Bahkan Indonesia juga mendapatkan fasilitas seluas 349 meter persegi di Hall 2 (Indonesia Area) yang dapat dimanfaatkan untuk promosi seni dan budaya yang merupakan promosi non-komersial," kata Jordi Paliama.

Rapat persiapan itu dihadiri semua pihak yang ikut ambil bagian dalam Vakantiebeurs, termasuk kontraktor yang membangun tempat pameran. Hadir pula Dadang H Somamihardja, Managing Director Exotic Java Trails Tour & Travel, Bandung, dan Nancy pengusaha pariwisata dari Bali, serta Irmawati, Branch Coordinator Essentia SPA Academy PT Bakti Pekerja Indonesia.

Jordi yakin Vakantiebeurs 2010 akan sukses. Berkaca pada tahun sebelumnya, Vakantiebeurs tahun 2009 diikuti 1.630 peserta yang berasal dari 160 negara, serta dikunjungi 132.961 orang. "Pasar Belanda merupakan pasar yang sangat menjanjikan di mana 10 persen (1,6 juta) dari 16,7 juta penduduk Belanda mempunyai ikatan historis dengan Indonesia," katanya.

Jumlah wisatawan Belanda yang berkunjung ke Indonesia tahun 2008 mencapai 141.202 orang, naik 26,21 persen dari tahun 2007 yang menembus angka 111.882 orang. Pada tahun 2009, Indonesia mentargetkan mendapatkan 135.000 wisatawan asal Belanda. Realisasi wisatawan Belanda yang datang ke Indonesia mulai Januari sampai Oktober 2009 berjumlah 121.779 orang.

"Ini mengalami pertumbuhan 7,23 persen dibanding periode yang sama tahun 2008 (113.564 orang)," kata Jordi. Sementara destinasi utama wisatawan Belanda belakangan ini adalah Bali, Jakarta, Medan, Batam, Surabaya, dan Manado.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau