Franky: Pancasila Sebagai Strategi Integrasi

Kompas.com - 22/12/2009, 00:46 WIB

GARUT, KOMPAS.com--Penyanyi dan budayawan, Franky Sahilatua (56), mengingatkan nilai luhur falsafah Pancasila masih tetap televan dan dibutukan sebagai strategi integrasi, bahkan merupakan panduan maupun pondasi bangsa Indonesia.

"Pancasila juga sebagai perekat setiap generasi di dalam bingkai persatuan dan kesatuan negara RI, sehingga jika Pancasila dihilangkan maka bangsa ini bisa terpecah dan masing-masing membentuk hingga 40 atau bahkan 60 negara," katanya kepada wartawan di Garut, ibukota Kabupaten Garut, Ahad.

Menurut ayah dua anak yang menyanyikan lagu "Kepada angin dan burung-burung" tersebut, menyebutkan, Pancasila selain sebagai falsafah negara juga sekaligus merupakan konsensus atau kesepakatan sejak dalam proses pembentukan negara RI.

"Karena itu kemana dan dimana pun saya berada, senantiasa mengingatkan berbagai kalangan mengenai keampuhan mengimplementasikan nilai luhur falsafah Pancasila, bisa dijadikan penangkal terjadinya disintegrasi bangsa," katanya.

Franky juga mengingatkan, Pancasila bukan agama melainkan pandangan hidup bangsa, yang dapat dipedomani dalam menyikapi berbagai kondisi kekinian bangsa dan negara ini.

Maka dengan menerapkan keluhuran nilai falsapah Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, antara lain bisa menjadikan kita "humanis", damai serta toleran menyikapi permasalahan apapun.

Kritikan apapun wajar disampaikan, namun hendaknya jangan dengan cara yang kotor dan tak manusiawi, tetapi dengan tanggungjawab serta kedewasaan sebagai warga negara, katanya.

Sedangkan kehadirannya di kota Garut, untuk menyampaikan ta`ziah budaya pada pelantikan dan rapat kerja pengurus cabang Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Garut.

Sedangkan orasi budaya disampaikan Said Agil, memaknai pelantikan Ketua Tanfidziyah NU kabupaten Garut KH Agus Muhamad dan Ketua Rois Syuriah NU KH. EZ Mutaqin.

Bupati Garut Aceng H.M Fikri antara lain mengemukakan, sejak dulu diri nya pun sebagai anak serta kader Nahdlatul Ulama, katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau