Miranda Goeltom Tidak Berani Tantang Burhanuddin dan Anwar Nasution

Kompas.com - 22/12/2009, 04:49 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Miranda Swaraf Goeltom, mantan Deputi Senior Gubernur Bank Indonesia periode Boediono ini mengatakan, Senin (21/12/1983) di DPR, Jakarta, bahwa Bank Century, pada saat krisis tahun 2009, memiliki dampak sistemik. Keterangan ini berbeda dengan apa yang disampaikan mantan Gubernur BI Burhanuddin Abdulah dan mantan Pelaksana Tugas BI Aulia Pohan, Senin.

Lantas, apa respon Miranda? "Saya tentu sangat menghormati Pak Burhanuddin, dan Anwar Nasution. Saya tidak mau challenge mereka. Mungkin mereka tidak berada di dalam BI ketika krisis 2008 itu terjadi sehingga risiko bahaya kurang dekat di hati mereka," ujarnya.

Miranda mengatakan, akibat dampak krisis global, Boediono selalu memimpin rapat dua kali sehari yaitu setiap pagi dan malam. Hal ini dilakukan sejak tanggal 29 Oktober. "Kami praktis bekerja lebih dari 20 jam," ujarnya.

Hasilnya? "Lihat, sistem perbankan kita sampai hari ini sehat-sehat," tambahnya. Dikatakannya, pada waktu itu, krisis finansial di AS merembet cepat menjadi krisis di sektor riil di beberapa negara di dunia.

Sebelumnya, mantan Pelaksana Tugas Gubernur Bank Indonesia Anwar Nasution kembali menegaskan, Bank Century bukan bank yang berdampak sistemik. Begitu pula dengan Burhanuddin Abdulah. "Saya tidak tahu kalau ada ilmu lain yang bilang itu bank sistemik," ujarnya singkat. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau