JAKARTA, KOMPAS.com - Miranda Swaraf Goeltom, mantan Deputi Senior Gubernur Bank Indonesia periode Boediono ini mengatakan, Senin (21/12/1983) di DPR, Jakarta, bahwa Bank Century, pada saat krisis tahun 2009, memiliki dampak sistemik. Keterangan ini berbeda dengan apa yang disampaikan mantan Gubernur BI Burhanuddin Abdulah dan mantan Pelaksana Tugas BI Aulia Pohan, Senin.
Lantas, apa respon Miranda? "Saya tentu sangat menghormati Pak Burhanuddin, dan Anwar Nasution. Saya tidak mau challenge mereka. Mungkin mereka tidak berada di dalam BI ketika krisis 2008 itu terjadi sehingga risiko bahaya kurang dekat di hati mereka," ujarnya.
Miranda mengatakan, akibat dampak krisis global, Boediono selalu memimpin rapat dua kali sehari yaitu setiap pagi dan malam. Hal ini dilakukan sejak tanggal 29 Oktober. "Kami praktis bekerja lebih dari 20 jam," ujarnya.
Hasilnya? "Lihat, sistem perbankan kita sampai hari ini sehat-sehat," tambahnya. Dikatakannya, pada waktu itu, krisis finansial di AS merembet cepat menjadi krisis di sektor riil di beberapa negara di dunia.
Sebelumnya, mantan Pelaksana Tugas Gubernur Bank Indonesia Anwar Nasution kembali menegaskan, Bank Century bukan bank yang berdampak sistemik. Begitu pula dengan Burhanuddin Abdulah. "Saya tidak tahu kalau ada ilmu lain yang bilang itu bank sistemik," ujarnya singkat.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang