PEKANBARU, KOMPAS.com - Belum lagi Wakil Pesiden Boediono tiba di Pekanbaru, dua kelompok massa sudah melakukan aksi menolak kedatangannya di Kota Bertuah itu, Selasa (22/12) siang. Aksi penolakan itu dilakukan oleh massa Gerakan Bersama Ganyang Koruptor (Gebrak) dan mahasiswa dari Universitas Islam Riau.
Sekitar 50 aktivis Gebrak melakukan aksi di depan gedung DPRD Riau. Kelompok aksi ini yang merupakan gabungan dari Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomi Indonesia, Riau, Gerakan Rakyat Riau Menuntut (Gerram), Serikat Tani Riau, Himpunan Mahasiswa Islam, Partai Rakyat Demokratik dan Badan Eksekutif Universitas Lancang Kuning. Aksi mahasiswa Universitas Riau dilakukan di bundaran air mancur Balai Kota Pekanbaru.
Koordinator lapangan aksi Gebrak, Kris Winarto dari ISMEI mengatakan, tuntutan aksi mereka hanya dua. Pertama meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menonaktifkan Wakil Presiden Boediono dan Menteri Keuangan Sri Mulyani. Bila SBY tidak bersedia, Presiden yang harus mundur.
"Presiden harus mau mengganyang koruptor di negeri ini," kata Kris.
Bambang Aswandi dari kelompok Gerram menambahkan, semula mereka merencanakan aksi berjalan kaki dari gedung DPRD Riau menuju Hotel Labersa yang berjarak sekitar tiga kilometer. Namun, rencana itu batal mengingat pengamanan menuju lokasi Rapat Kerja Gubernur se-Indonesia itu dijaga ekstra ketat.
"Kami akan melakukan aksi di depan gedung DPRD Riau saja. Boediono juga akan melewati jalan ini, sehingga lebih baik kami bertahan di sini," kata Bambang.
Rencananya, Wapres Boediono akan tiba di Pekanbaru pada pukul 17.00 setelah memberi penjelasan kepada Panitia Hak Angket Bank Century di Gedung DPR RI. Di Pekanbaru, Wapres akan menghadiri jamuan makan malam para gubernur se-Indonesia di Gubernuran Riau dan kemudian memberi pembekalan di Hotel Labersa dalam pertemuan Rapat Kerja Gubernur se-Indonesia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang