Terkait Terorisme, Lima Orang Dihukum Mati

Kompas.com - 22/12/2009, 20:39 WIB

ADDIS ABABA, KOMPAS.com — Pengadilan Etiopia menghukum mati lima orang dan menghukum seumur hidup 33 orang lainnya karena menjadi anggota sebuah kelompok teroris dan berkonspirasi untuk membunuh pejabat pemerintah.

Mereka diputuskan bersalah, Selasa (22/12/2009), karena menjadi anggota Ginbot 7, yang mengacu pada hari pemilihan umum tahun 2005. Seusai pemilihan itu, terjadi kerusuhan yang menewaskan hampir 200 orang. Pemerintah Etiopia pada April lalu menyatakan, pihaknya telah mengungkapkan satu rencana pembunuhan terhadap para pejabat pemerintah dan sabotase terhadap infrastruktur oleh satu kelompok yang menamakan dirinya Ginbot 7.

Jaksa penuntut meminta hakim memberi hukuman yang berat karena kebanyakan dari tersangka merupakan anggota tentara. Beberapa dari tertuduh dijatuhi hukuman secara in absentia, termasuk tersangka otak komplotan itu, Berhanu Nega, yang kini tinggal di AS dan menjadi guru besar tamu bidang ekonomi di Universtias Bucknell, di Pennsylvania.

Sebanyak 28 orang dari yang dijatuhi hukuman hadir di ruang pengadilan di Addis Ababa, termasuk Melaku Tefera, anggota senior oposisi. Ia  termasuk di antara mereka yang dijatuhi hukuman mati.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau