1 Januari, Harga Premium di APMS Bakal Sama

Kompas.com - 23/12/2009, 07:39 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Mulai tanggal 1 Januari 2010, PT Pertamina (Persero) akan memberlakukan harga jual premium di agen premium, minyak, dan solar (APMS) di wilayah Remote, yakni Rp 4.500 per liter. Pasalnya, selama ini, harga BBM di APMS di beberapa wilayah lebih tinggi ketimbang harga premium yang dijual di SPBU.

"Untuk ongkos kirimnya akan ditanggung oleh APBN," ujar Deputi Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina (Persero) Hanung Budya, Selasa (22/12/2009).

Selama ini, yang berhak menetapkan harga BBM di APMS adalah pemerintah daerah. Adapun biaya distribusinya ditanggung oleh konsumen. Jadi, untuk wilayah yang lokasinya jauh dari SPBU, harga BBM untuk premium bisa lebih dari lima kali lipat harga aslinya. Misalnya, di wilayah Puncak Jayawijaya, harga premium bisa mencapai Rp 35.000 per liter. "Memang ada beberapa pemda yang memberikan subsidi untuk daerahnya, tapi kan tidak semua," ujar Hanung.

Menurut Hanung, dengan pemerintah menanggung ongkos distribusi ini akan memberikan rasa keadilan untuk semua kalangan masyarakat di Indonesia. Nantinya, kebijakan ini tidak akan menimbulkan masalah karena semua ongkos sudah diperhitungkan dengan matang dan sudah dianggarkan dalam APBN 2010. Bahkan, Pertamina sudah melakukan uji coba selama satu bulan di 25 APMS untuk lima area wilayah.

"Jadi, pada saat uji coba tersebut, antara 15 November dan 15 Desember 2009, kami berlakukan harga perpres dengan tanggungan biaya Pertamina," kata Hanung. Hasilnya, di semua lokasi uji coba itu terjadi peningkatan volume BBM.

Pertamina menghitung, jika ini berlaku pada 2010, kemungkinan penjualan BBM di seluruh wilayah APMS akan meningkat 50 persen hingga 100 persen. Saat ini, total keseluruhan APMS di seluruh wilayah Indonesia mencapai 582 APMS. (Fitri Nur Arifenie/Kontan)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau