Menikmati Kencanggihan dan Kehebatan BMW Seri-7 (Bagian 1)

Kompas.com - 23/12/2009, 14:45 WIB

KOMPAS.com - Asumsi beredar  dan dihebuskan sebagian orang bahwa  menikmati kehebatan mobil   paling mewah dari BMW, Seri-7, yaitu lebih enak duduk di jok belakang sebagai penumpang, kini tak berlaku lagi.  

“Bila ingin tahu dan merasakan kehebatan teknologi Seri-7 harus menyetirnya,”  tegas  Roberto Sumabrata, PR BMW Indonesia ketika mengajak KOMPAS.com mencoba langsung BMW 730Li.

Saat pertama kali melihat Seri-7  ini , dimensi terasa begitu besar dan panjang. Apalagi bila setiap hari cuma menggemudikan mobil kompak. Gambaran bongsornya dimensi BMW 730Li  yang dijual seharga Rp 1.963.000.000 (on the road) atau Rp 1,759 miliar (off the road) ini adalah: panjang 5.212 mm, lebar 1.902 mm dan tinggi 1.478 mm.

Saat pertama berada di belakang setir mobil ini  kagok juga. Tetapi setelah meluncur di keramaian lalu lintas dan harus melakukan manuver, ternyata sama dengan mengemudikan mobil kompak. Malah setir Seri-7 ini jauh lebih ringan dan mudah dikendalikan. Tangan tidak harus ribet memutar setir ketika hendak mengubah arah 180 derajat.   

“Inilah hasil teknologi active steering! Pengemudi tidak perlu memutar setir berapa putaran  seperti setir konvensional. Saat parkir atau berbelok, gerakan yang dibuat setir lebih besar. Namun saat melaju pada kecepatan tinggi, gerakan setir lebih sedikit. Jadinya, mobil lebih stabil dan aman,”  beber  Berto.

Teknologi lain yang juga mengundang rasa kagum adalah pintu. Tak perlu membanting pintu yang terasa cukup berat untuk menutup. Cukup ditarik dan didorong agak merapat ke bodi. Kalau sudah dekat, secara otomatis pintu akan merapat sendiri. BMW menyebutnya, Soft Close fo Function for Doors.

Start-Stop. Berikut, ketika mesin dihidupkan melalui tombol “Start-Stop” di kiri setir, juga lahir rasa kagum. Begitu tombol ditekan (remote harus juga berada di dalam mobil), mesin hidup dengan suara halus, lingkaran setir langsung bergerak naik. Lingkaran setir menyesuaikan posisinya sesuai dengan pengemudi. Canggih!

“Ini sudah ada memorinya. Mobil ini menggunakan dua keyless. Masing-masing punya program sendiri-sendiri. Misalnya, suami-istri menggunakan mobil saat berbeda. Begitu masing-masing kunci ada di dalam mobil, setir bergerak sesuai dengan pososi yang telah diset sebelumnya,” jelas Berto lagi.

Transmisi. Tak kalah menarik adalah fitur dan cara mengoperasikan transmisi (otomatis) mobil ini 6 percepatan, tipe stepronic (juga bisa dioperasikan secara manual).  Tongkat transmisi dengan desain menarik dan  dengan permukaan berlapiskan krom, untuk  memindahkan gigi, misalnya dari dari R, N dan D atau sebaliknya, cukup dengan menariknya sedikit saja ke belakang. Tak perlu gerakan yang banyak.

Lantas pada indikator tongkat transmisi akan menyala lampu yang menunjukkan posisi gigi. Indikator ini juga muncul pada panel instrumen. Pengoperasian transmisi yang sangat mudah.

Malah untuk parkir sangat gampang. Cukup menekan tombol pada puncak tongkat pemindah gigi. Membuat mobil  ini benar-benar menyenangkan bagi yang suka berada di belakang setir. Maklum, ini rem parkir, pada Seri-7 BMW menggunakan Electromechanical Parking Brake. Pengoperasian nrem parkir cukup dnegan menggunakan tombol.

Belum cukup, Berto juga menunjukkan tombol “Auto H”. “Kalau tombol ini ditekan, bila berhenti, rem tangan akan bekerja secara tombol rem otomatis. Karena itu saat mobil hendak jalan lagi, cukup dengan menekan pedal gas. Tidak perlu menekan tombol  rem tangan,” jelas Berto. Menyebut sistem ini “Automatic Hold Function”.

Fitur yang disebutkan terakhir ini dicoba  pada tanjakan.  Mobil dibiarkan berhenti. Lantas, rem kaki dibebaskan dan berpindah ke pedal gas. Tidak ada gejala mundur sedikit pun. Begitu, pedal gas ditekan, mobil mewah ini langsung maju dengan mulus dan halus.

Konsol Tengah. Butuh waktu cukup lama untuk mempelajari dan memanfaatkan fitur pada Seri-7 ini. Pada konsol tengah, selain ada tongkat pemindah gigi,  juga ada tombol “iDrive” yang memberikan berbagai informasi tentang mobil ini, termasuk panduan pengoperasian, juga ada tombol untuk memilih setelan supensi:  comfort, normal, sport dan sport +. (Bersambung)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau